Jakarta -
Konser di kawasan Kota Tua, Jakarta, pada Minggu (14/9), dibubarkan setelah muncul bau menyengat yang membuat pengunjung sesak napas. Seorang pelaku diamankan dan terungkap motif kesengajaan menaburkan serbuk untuk memicu keributan agar bisa melakukan pencopetan.
"Terduga pelaku diduga ingin buat ramai agar melakukan hal lainnya, seperti pencopetan. Area dalam waktu 15 menit kami sterilkan dan pelaku diamankan ke Polsek Subsektor Pinangsia," kata Kepala UPK Kota Tua Denny Aputra, kepada detikcom, Selasa (15/9/2026).
Diketahui insiden tersebut terjadi pada malam kedua pelaksanaan konser dengan pengisi acara band Armand Maulana dan Kotak. Saat Kotak tampil, muncul bau gas yang mencolok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua berjalan lancar sampai akhirnya jam 22.45 ketika bawa lagu tercium bau tidak enak seperti kentut," kata Denny.
Menurutnya, kondisi kemudian terasa semakin tidak nyaman, terutama di area depan panggung. Sekitar pukul 23.00 WIB, sejumlah orang mulai merasakan pedih pada mata dan sesak napas.
Denny memastikan zat yang menyebabkan gangguan tersebut bukan gas air mata. Dia menyebut petugas menemukan serbuk yang tidak meninggalkan bekas.
"Dan itu bukan gas air mata. Melainkan serbuk dan tidak ada bekasnya. Anehnya serbuk ini membuat bau tidak sedap dan sesak napas," ujarnya.
Situasi tersebut turut membuat vokalis Kotak, Tantri, mundur dari panggung dan menghentikan penampilannya. Petugas keamanan acara kemudian langsung melakukan pengamanan.
"Tantri 'Kotak' mundur dan berhenti. Sekuriti acara langsung mengamankan," ungkapnya.
Petugas bersama tiga pilar kemudian melakukan penanganan terhadap warga yang terdampak. Area konser juga segera disterilkan untuk mencegah situasi semakin meluas.
Denny mengatakan pihaknya juga membuka layanan pengaduan bagi warga yang mengalami dampak akibat kejadian tersebut. Menurutnya, warga yang terdampak langsung pada malam itu telah dipulangkan dalam kondisi selamat.
"Kami membuka call center dan DM bila ada warga terdampak lainnya. Malam kemarin yang terdampak langsung pulang dalam keadaan selamat," jelasnya.
Denny menegaskan keselamatan pengisi acara dan pengunjung menjadi prioritas. Pihak penyelenggara juga disebut berkomitmen meningkatkan pengamanan selama pelaksanaan kegiatan.
"Intinya kita antisipasi dan memang tiba-tiba kejadiannya. Tapi keselamatan pengisi acara pengunjung lebih utama. Pihak penyelenggara juga berkomitmen lebih baik lagi dan membantu sepanjang pelaksanaannya," tuturnya.
Tonton juga video "Copet yang Kuras ATM Penumpang Trans Jatim Diciduk saat Lagi Ngebakso"
(bel/eva)


















































