Jakarta -
Pemerintah terus mempercepat pemulihan Jalan Jenderal Sudirman di Kelurahan Aek Parombunan, Kota Sibolga, Sumatera Utara. Pengaspalan jalan provinsi tersebut hampir rampung, sementara ruas yang terputus akibat bencana ditargetkan ditangani pada Desember 2026.
Sebelumnya, Jalan Jenderal Sudirman yang menghubungkan Kelurahan Aek Parombunan dan Kelurahan Hutabarangan rusak cukup parah. Ruas tersebut menjadi akses penting bagi warga Aek Parombunan serta masyarakat yang beraktivitas di sejumlah sekolah tingkat SMP/MTs dan SMA/MA di kawasan tersebut.
Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri mengatakan pemerintah kota sebelumnya telah menyampaikan usulan pembangunan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Pekerjaan yang semula direncanakan hanya sampai Simpang Tiga Jalan Jenderal Sudirman di depan Kantor LHKP kini dilanjutkan hingga Simpang Tugu Ikan atau Tugu Beo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah, pembangunan jalan ini sudah berjalan dan sedikit lagi selesai. Tentunya ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Aek Parombunan, khususnya karena terdapat sejumlah sekolah, seperti SMP/MTs dan SMA/MA," kata Akhmad dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026).
Hal ini disampaikannya saat meninjau pekerjaan pengaspalan jalan bersama Anggota DPRD Sumatera Utara Rahmansyah Sibarani, Jumat (11/9/2026).
Penanganan ruas yang terputus juga penting bagi mobilitas masyarakat di kawasan huntap Aek Parombunan. Sebab, sebagian besar penghuni kawasan tersebut berasal dari Kelurahan Angin Nauli dan Hutabarangan sehingga akses penghubung dibutuhkan untuk mendukung aktivitas sehari-hari.
"Jalan yang terputus ini tentu akan memengaruhi aktivitas masyarakat yang tinggal di hunian tetap ketika hendak menuju Angin Nauli maupun Hutabarangan. Karena itu, kami telah menyampaikan hal ini kepada Bapak Gubernur Sumatera Utara dan alhamdulillah akan segera dibangun," ungkap Akhmad.
Sementara itu, Kepala UPT Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Sumatera Utara Hariady menjelaskan penanganan ruas terputus ditargetkan selesai pada Desember 2026. Pekerjaan tersebut antara lain mencakup pembangunan turap sepanjang kurang lebih 29 meter untuk memperkuat badan jalan.
Di sisi lain, Anggota DPRD Sumatera Utara Rahmansyah Sibarani mengatakan pembangunan jalan semula direncanakan berlangsung pada 2025, tetapi harus ditunda akibat bencana.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama DPRD Sumut pun mendorong agar pekerjaan dapat direalisasikan pada 2026, termasuk penanganan bagian jalan yang terputus.
"Kami juga akan memperbaiki bagian Jalan Jenderal Sudirman yang terputus pascabencana," pungkas Rahmansyah.
Tonton juga video "Pramono Targetkan Proyek Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu Rampung 2027"
(akd/ega)


















































