Jakarta -
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengunjungi Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan di Jalan Pajjaiang, Sudiang Raya, Kota Makassar hari ini. Kunjungan ini bertujuan memastikan operasional serta kualitas fasilitas bangunan permanen SRT 3 dan asrama siswa berjalan optimal.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Sulsel, para bupati, wali kota, serta Kadis Sosial kabupaten dan kota se-Sulsel. Turut hadir pula Tagana, pendamping PKH, OPD Sulsel, operator data SIKS-NG, Staf Khusus Menteri Sosial, Tenaga Ahli Menteri Sosial, serta jajaran pejabat eselon I dan II Kementerian Sosial.
Saat ini bangunan sudah digunakan untuk proses belajar mengajar serta penginapan para siswa yang telah dimulai pada Rabu (15/7) lalu. Setibanya di lokasi, Mensos Gus Ipul beserta rombongan langsung berkeliling meninjau berbagai fasilitas di area seluas 7,6 hektare.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peninjauan dimulai dari area dapur sekolah. Gus Ipul mengecek kesiapan peralatan dan fasilitas yang tersedia serta meminta agar dapur dapat beroperasi dengan baik untuk memenuhi kebutuhan makan para siswa.
Rombongan kemudian meninjau ruang makan, guest house, aula, amphitheater, serta sejumlah fasilitas lain yang berada di kawasan sekolah. Dalam peninjauan tersebut, Gus Ipul juga mengingatkan Kepala SRT 3 Provinsi Sulawesi Selatan Widya Wati agar menjaga kebersihan dan memastikan seluruh fasilitas dirawat serta dimanfaatkan sebaik mungkin.
"Tolong dijaga kebersihannya," ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Selasa (15/9/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan bangunan permanen SRT 3 Provinsi Sulawesi Selatan dapat mendukung proses pembelajaran siswa. Langkah ini diambil untuk menjamin seluruh aktivitas pengasuhan dan keseharian berjalan secara aman serta nyaman.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Sulawesi Selatan berdiri di atas lahan seluas 7,6 hektare. Sekolah ini menampung sebanyak 417 siswa, terdiri atas 29 siswa jenjang SD, 123 siswa SMP, dan 265 siswa SMA dari berbagai kabupaten dan kota di Sulsel.
Bangunan permanen SRT 3 Provinsi Sulsel dilengkapi berbagai fasilitas pendidikan terintegrasi dari jenjang SD hingga SMA. Kompleks ini juga mencakup asrama, rumah susun guru, gedung serbaguna, masjid, guest house, dapur, ruang makan, rumah pompa, rumah genset, lapangan upacara, hingga sarana olahraga seperti lapangan basket dan mini soccer.
Selain SRT 3 Provinsi Sulsel, terdapat 8 Sekolah Rakyat permanen lainnya di Sulawesi Selatan yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Program prioritas Presiden Prabowo tersebut hadir untuk memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Mensos Saifullah Yusuf, dan Wamensos Agus Jabo Priyono atas kepercayaan menyelenggarakan program Sekolah Rakyat di daerahnya. Menurutnya, program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat serta menjadi penggerak roda ekonomi daerah.
"Atas nama Pemprov Sulsel saya ucapkan banyak terima kasih ke presiden, menteri sosial dan Wamensos yang memberikan perhatian, memberikan Sulsel pembangunan Sekolah terbanyak di Indonesia timur," tuturnya.
Andi menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap program ini saat penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) lahan Sekolah Rakyat di Baruga Asta Cita Rumah Jabatan Gubernur Sulsel. Wujud dukungan tersebut ditunjukkan melalui penyediaan lahan kelas satu dengan nilai fantastis bagi Sekolah Rakyat.
"Ini tanah kelas 1 nilainya tidak main-main Rp95 miliar tanah yang kami berikan dan juga kelas 1 bangunannya, Rp250 miliar dan miliaran rupiah per tahun untuk membiayai. Ada 9 sekolah rakyat yang sudah dibangun (di Sulsel) kali Rp250 miliar kurang lebih Rp2 triliun, lebih banyak dari belanja infrastruktur saya setahun, terimakasih banyak," pungkasnya.
(anl/ega)


















































