Jakarta -
Jakarta kian memperkuat langkahnya sebagai destinasi sport tourism berkelas melalui penyelenggaraan Jakarta Triathlon 2026. Ajang bergengsi berskala luas ini sukses digelar di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Minggu (13/9).
Kompetisi ini menantang fisik karena menggabungkan cabang renang, bersepeda, dan lari dalam satu perlombaan. Momentum tersebut menunjukkan kapasitas Jakarta dalam menghadirkan ajang olahraga yang memadukan aktivitas fisik dengan pengalaman wisata. Potensi ekosistem ekonomi kreatif di ibu kota pun ikut terdongkrak.
Triathlon merupakan cabang olahraga Olimpiade yang menuntut stamina, ketahanan, strategi, dan performa fisik tingkat tinggi. Karakteristik ini menjadikan triathlon tidak sekadar sebagai kompetisi para atlet. Olahraga berat tersebut kini menjelma menjadi bagian dari tren wisata berbasis pengalaman dan gaya hidup aktif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ancol dipilih sebagai lokasi perlombaan karena sangat memadai untuk mendukung seluruh rangkaian olahraga. Destinasi wisata terkemuka tersebut juga mampu menghadirkan pengalaman rekreasi menarik bagi peserta maupun pengunjung acara.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta Andhika Permata mengatakan Jakarta harus terus berinovasi. Aktivasi olahraga tidak sekadar ditujukan sebagai tontonan, tetapi juga memberikan pengalaman bagi peserta dan wisatawan.
"Jakarta Triathlon menunjukkan olahraga dapat menjadi bagian dari pengalaman pariwisata sekaligus menggerakkan ekosistem ekonomi kreatif," ujar Andhika pada keterangan tertulisnya, Senin (14/9/2026).
Menurut Andhika, ajang olahraga memiliki potensi besar dalam menciptakan pergerakan ekonomi yang jauh lebih luas. Kehadiran peserta dan komunitas diyakini mampu mendorong aktivitas sektor akomodasi, kuliner, hingga transportasi.
Andhika menambahkan visi utama penyelenggaraan kegiatan ini bukan hanya sekadar membangun event, tetapi membentuk ekosistem utuhnya.
"Ketika olahraga, pariwisata, komunitas, dan ekonomi kreatif dapat bergerak bersama, maka dampaknya akan lebih besar bagi Jakarta," tambahnya.
Jakarta Triathlon 2026 membuka kesempatan luas bagi peserta dari berbagai kelompok usia. Kategori Aquathlon mencakup kelas Kids usia 7-14 tahun hingga Youth 15-16 tahun. Sementara itu, Triathlon meliputi kategori Youth Open 15-17 tahun hingga kelompok Master di atas usia 55 tahun.
Acara tersebut turut dikemas sebagai pengalaman sport lifestyle lewat panduan langsung dari Kamidia Radisti dan Joshua Astono. Sejumlah sport enthusiast seperti Kelly Tandiono, Timotius Muljadi, Eveline Ong, dan Chaidir Akbar juga hadir memeriahkan stage activation. Suasana panggung semakin hidup berkat iringan musik dari Mollucans Soul dan Hybeat.
Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Disparekraf DKI Jakarta Lucky Wulandari menegaskan acara ini membuka ruang luas bagi olahraga potensial. Agenda tahunan tersebut memperkuat citra ibu kota yang aktif, sehat, dan terbuka terhadap perhelatan olahraga. Sport tourism diharapkan mampu menjadi penggerak perekonomian utama kota Jakarta.
Key Opinion Leader (KOL) Timotius Mulyadi yang turut berlaga sangat mengapresiasi rute jalanan yang steril selama perlombaan. Situasi ini membuat seluruh peserta dapat menikmati kompetisi dengan lebih nyaman di tengah banyaknya tikungan tajam.
"Jalanannya steril dan rutenya seru banget karena banyak belok-beloknya. Jadi, happy overall. Jakarta Triathlon ini tantangan yang paling bagus, seru banget. Tahun depan pasti ikut lagi sini," puji Timotius.
(ega/ega)


















































