Wamensos Minta Pemkab Buol Tuntaskan Kesiapan Lahan Sekolah Rakyat

4 hours ago 1

Jakarta -

Wakil Menteri Sosial RI (Wamensos) Agus Jabo Priyono meminta Pemerintah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng) menuntaskan kesiapan administratif dan lahan Sekolah Rakyat permanen.

Hal tersebut mengemuka saat Agus menerima audiensi Bupati Buol Risharyudi Triwibowo di Kantor Kemensos, Jakarta.

"Kita semua berharap mudah-mudahan kota, kabupaten yang mengusulkan untuk dibangun Sekolah Rakyat itu semuanya selesai administrasinya sehingga kemudian (segera) dibangun," ujar Agus, dalam keterangan tertulis, Selasa (22/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agus berharap pemerintah daerah (pemda) segera menyelesaikan persyaratan administrasi sehingga usulan pembangunan dapat ditindaklanjuti. Hal ini dikarenakan pelaksanaan pembangunan Sekolah Rakyat Permanen tetap mempertimbangkan kesiapan lokasi dan ketersediaan anggaran.

Lebih lanjut, Agus menegaskan Sekolah Rakyat bertujuan memutus transmisi kemiskinan antargenerasi. Program tersebut menyasar anak-anak dari keluarga paling miskin, terutama kelompok desil satu dan dua.

"Kenapa kemudian sasarannya harus desil satu dan dua? Karena itu kelompok masyarakat yang memang secara ekonomi paling miskin," kata Agus.

Menurut Agus, keterbatasan ekonomi tidak boleh menghilangkan kesempatan anak untuk memperoleh pendidikan. Negara perlu turun untuk membantu anak-anak dari keluarga miskin agar dapat bersekolah.

"Prinsipnya kan Pak Presiden (Prabowo) maunya semuanya sekolah. Yang kaya sekolah, yang miskin pun sekolah," ujar Agus.

"Karena yang miskin enggak punya biaya, ya negara yang harus menjemput, mendampingi, mengantarkan mereka untuk bersekolah," sambungnya.

Dalam audiensi, Agus juga memperlihatkan video mengenai Sekolah Rakyat dan kondisi keluarga siswa. Ia menjelaskan kehadiran program tersebut diharapkan menumbuhkan kembali harapan anak dan orang tua terhadap masa depan mereka.

"Orang tua, anak yang tadinya sudah gelap, nggak punya harapan, begitu ada Sekolah Rakyat, harapan itu ada lagi. Anaknya punya impian lagi," tutur Agus.

Bagi anak yang belum memenuhi persyaratan masuk Sekolah Rakyat karena kendala usia, Agus menjelaskan adanya layanan pendidikan kesetaraan melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Ia mencontohkan penanganan anak yang belum pernah bersekolah melalui pembelajaran di Sentra Kemensos.

Agus juga menekankan keberhasilan Sekolah Rakyat harus terlihat dari keberlanjutan masa depan lulusannya. Anak yang ingin melanjutkan pendidikan perlu didukung untuk kuliah, sementara yang ingin bekerja perlu dibantu memperoleh pekerjaan.

"Yang mau kuliah silahkan kuliah, semua yang mau kerja harus kerja," kata Agus.

Dengan kesempatan pendidikan dan dukungan terhadap masa depan lulusan, anak-anak dari keluarga miskin diharapkan dapat keluar dari kemiskinan.

"Karena ini kan tujuannya untuk memutus transmisi kemiskinan antargenerasi," tegas Agus.

Selain Sekolah Rakyat, audiensi turut membahas peluang sinergi program Kemensos untuk mendukung masyarakat Kabupaten Buol.

Agus menyampaikan program pemberdayaan dapat ditindaklanjuti melalui asesmen pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) terhadap keluarga penerima manfaat. Ia meminta jajaran terkait memeriksa peluang pengembangan usaha yang dapat disinergikan dengan kebutuhan masyarakat di Buol.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Buol Risharyudi Triwibowo menyampaikan luas keseluruhan lahan yang diusulkan sekitar 9 hektare. Namun, masih diperlukan penyempurnaan bidang lahan melalui penyelesaian dengan pemilik lahan di sekitarnya.

Risharyudi menyatakan telah berkomunikasi dengan pemilik lahan dan menganggarkan pembelian melalui anggaran perubahan. Penyelesaian tersebut ditargetkan dapat dituntaskan dalam waktu satu minggu.

(hnu/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |