Jakarta -
Ketua DPP PDIP Puan Maharani menyebut partainya sudah diajak berbicara terkait wacana angka ambang batas parlemen (parliamentary threshold) 5 persen. Kendati demikian, ia mengatakan pembicaraan itu bersifat informal dan bukan dalam acara saat parpol pendukung pemerintah bertemu.
"Dan terkait dengan ambang batas 5% yang sudah dibicarakan, kami juga sebenarnya sudah diajak berbicara namun tidak dalam forum tersebut," kata Puan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Puan mengatakan pihaknya juga diajak dalam pembicaraan terkait usulan capres minimal didukung oleh dua fraksi. Ia mengatakan pembicaraan tersebut di luar forum resmi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami pun sudah diajak bicara namun tidak dalam forum tersebut. Jadi, memang pembicaraan itu, pembicaraan informal yang dibicarakan oleh partai-partai," ujarnya.
Puan menyebut dua hal yang kemudian berkembang di publik masih sebatas wacana. Ia menekankan usulan tersebut belum resmi dan harus dibicarakan secara formal di DPR RI.
"Pembicaraan bahwa ambang batas PT 5% itu kan masih dalam tahap pembicaraan di antara partai politik. Belum secara resmi juga, bahwa nantinya Pilpres itu akan diusung oleh dua partai politik ini juga masih dalam proses wacana informal, jadi belum resmi," sebutnya.
Sebelumnya, sejumlah ketua umum (ketum) partai politik koalisi pemerintah sempat bertemu. Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas revisi UU Pemilu yang turut mengatur ambang batas parlemen atau parliamentary threshold.
Pertemuan para ketum parpol koalisi pemerintah itu dikonfirmasi langsung oleh Sekjen Partai Gerindra Sugiono. Dalam penjelasannya, Sugiono mengatakan para ketum parpol bertemu belum lama ini.
"Iya, jadi kemarin beberapa ketua umum partai berkumpul. Partai Gerindra waktu itu diwakili oleh Pak Dasco selaku ketua harian untuk membicarakan hal-hal yang perlu dibahas dalam rangka undang-undang pemilu," kata Sugiono kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9).
Sugiono mengatakan ada kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan itu perihal ambang batas parlemen. Sugiono menuturkan partainya yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto sepakat dengan ambang batas parlemen 5%.
"Satu hal yang sepertinya semua sepakat, tapi saya kira saya tidak bisa berbicara atas nama partai-partai lain. Gerindra sepakat soal PT 5%. Seperti kemarin Golkar dan PKS juga menyampaikan, saya kira itu yang kita sepakati," pungkasnya.
Sedangkan untuk capres minimal didukung dua fraksi di DPR, awalnya disinggung oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, yang katanya mendengar ada isu tersebut. Paloh menyebut masukan yang dia dengar terkait model presidential threshold, yakni pasangan calon presiden nantinya minimal didukung oleh dua fraksi di DPR.
"Saya mendengar ada masukan yang jelas, bahwasanya pergantiannya model daripada dukungan pada presiden itu adalah berdasarkan dukungan sedikit-dikitnya dua fraksi," kata Paloh kepada wartawan di NasDem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, Sabtu (19/9).
(dwr/gbr)

















































