Sekolah Rakyat Wonosobo Terima 330 Siswa Baru di Tahun Ajaran 2026/2027

6 hours ago 5

Jakarta -

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menghadiri Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dan Siswa (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, hari ini. Sekolah Rakyat Wonosobo menerima sebanyak 270 siswa baru, terdiri dari 120 siswa jenjang SMA, 120 siswa jenjang SMP, dan 30 siswa jenjang SD.

Disamping siswa baru yang berasal dari Kabupaten Wonosobo, juga terdapat 60 siswa baru dari Kabupaten Temanggung, sehingga total ada 330 siswa baru yang akan mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat Wonosobo.

"Jadi totalnya ada 270 orang, titipan siswa baru dari Temanggung ada 60 orang, ditambah dengan siswa yang sudah existing 100 orang ya," kata Agus Jabo dalam keterangan tertulis, Jumat (31/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agus Jabo menjelaskan program Sekolah Rakyat bertujuan untuk memutus transmisi kemiskinan antar generasi melalui penyediaan akses pendidikan. Namun disamping itu, tujuan lainnya adalah membangun sebuah harapan.

"Membangun harapan bagi saudara-saudara kita yang kurang mampu, yang tadinya sudah tidak punya harapan, anaknya bisa bersekolah, setelah ada Sekolah Rakyat harapan itu muncul kembali," ujarnya.

Melalui Sekolah Rakyat, Presiden Prabowo Subianto ingin memuliakan masyarakat yang selama ini belum terbawa dalam proses pembangunan atau yang disebut the invisible people.

Oleh karena itu, Agus Jabo mengimbau kepada para guru dan tenaga kependidikan (tendik) untuk senantiasa menjalankan tugas dengan ikhlas dan penuh kesabaran, mengingat para siswa di Sekolah Rakyat hadir dari latar belakang yang berbeda-beda.

"Kepada para guru, saya mohon karena kalian sebagai pengganti orang tua yang sabar, yang ikhlas, anggap anak-anak yang sekolah di Sekolah Rakyat Wonosobo ini menjadi anak-anak kita sendiri, supaya orang tuanya tenang," ungkapnya.

Lebih lanjut, Agus Jabo menjelaskan Gedung Sekolah Rakyat permanen sebelumnya ditargetkan mampu menampung seribu siswa. Target tersebut ditambah menjadi dua ribu siswa, mengingat banyaknya anak yang membutuhkan layanan Sekolah Rakyat.

"Pak Presiden kemarin perintahnya adalah setiap sekolah harus bisa menampung seribu siswa. Sekarang ini kita diperintahkan satu sekolah harus bisa menampung minimal dua ribu siswa, karena saking banyaknya anak-anak kita yang tidak sekolah," kata Agus Jabo.

Sementara itu, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Sosial karena telah mendukung pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Wonosobo.

"Terima kasih kepada Pemerintah pusat khususnya Kementerian Sosial Republik Indonesia, atas kepercayaan yang diberikan Kepada Wonosobo sebagai (salah satu) lokasi Sekolah Rakyat permanen," kata Afif.

Menurutnya, meskipun banyak tantangan dan rintangan tapi pada akhirnya Gedung Sekolah Rakyat permanen dapat selesai dibangun dan segera dimanfaatkan untuk siswa.

"Alhamdulillah, berkat arahan Pak Menteri Sosial, berkat bimbingan Pak Wamensos, Pak Sekjen dan seluruh Jajarannya, alhamdulillah pada akhirnya kita bisa keluar dari persoalan-persoalan yang kita hadapi," tutupnya.

Sebagai informasi tambahan, kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein, Wakil Bupati Temanggung Nadia Muna, Kadinsos Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur, Jajaran Forkopimda Kabupaten Wonosobo, dan pejabat terkait lainnya.

(anl/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |