Kanit 1 Subdit 4 Dit Reskrimum Polda Sulawesi Tengah, AKP Siti Elminawati, meraih Hoegeng Awards 2026 kategori Polisi Pelindung Perempuan dan Anak (PPA). Dia pernah membongkar kasus pemerkosaan anak oleh 11 orang di Parigi Moutong hingga kasus perdagangan anak.
Malam puncak penganugerahan Hoegeng Awards 2026 ini digelar di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2026). Acara ini disiarkan langsung oleh detikcom.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Chairman of CT Corp Chairul Tanjung (CT) menghadiri Hoegeng Awards 2026. Sejumlah menteri dan pimpinan lembaga negara juga hadir dalam acara tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penghargaan Hoegeng Awards 2026 kategori Polisi Pelindung Perempuan dan Anak ini dibacakan oleh anggota Dewan Pakar Hoegeng Awards, Wakil Ketua Komnas HAM Putu Elvina. Trofi untuk AKP Siti Elminawati diberikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi.
Pengumuman penerima penghargaan ini menandai tahap akhir dari rangkaian panjang seleksi Hoegeng Awards 2026 yang berlangsung sejak awal tahun. Proses seleksi melibatkan lima Dewan Pakar dari berbagai unsur masyarakat yaitu Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia Alissa Qotrunnada Wahid, M.Psi, Wakil Ketua Komnas HAM Putu Elvina, S.Psi., MM, Mantan Plt Pimpinan KPK Dr. Mas Achmad Santosa, S.H., LL.M., anggota Kompolnas Gufron Mabruri, dan Ketua Komisi III DPR, Dr. Habiburokhman, S.H., M.H.
Kiprah AKP Siti Elminawati
AKP Siti Elminawati telah berkecimpung di bidang perlindungan perempuan dan anak sejak awal tahun 2000-an. Dia mengedepankan perspektif korban dalam penanganan kasus perempuan dan anak.
Sejumlah kasus-kasus besar telah diungkap AKP Siti selama menjadi penyidik di bidang PPA. Kasus yang menjadi sorotan publik adalah pemerkosaan remaja perempuan oleh 11 orang. Pelaku di antaranya adalah kepala desa hingga oknum anggota brimob.
Direktur Eksekutif Libu Perempuan Sulteng, Dewi Rana, menilai AKP Siti memiliki dedikasi tinggi, profesional, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan saat menangani kasus perempuan dan anak.
"Dalam setiap pelaksanaan tugas, beliau senantiasa menempatkan perlindungan terhadap perempuan dan anak sebagai prioritas utama, khususnya bagi korban kekerasan baik dalam lingkup keluarga maupun masyarakat. AKP Siti Elminawati juga dikenal sebagai sosok yang humanis, responsif, dan konsisten dalam memberikan pendampingan kepada korban, sehingga kehadirannya mampu menumbuhkan rasa aman dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kepolisian," kata Dewi Rana kepada detikcom, Kamis (12/3/2026).
Banyak kasus lainnya yang ditangani oleh AKP Siti, di antaranya kasus orang tua yang menjual bayi kandungnya seharga Rp 12,5 juta. Selain itu, dia juga mengungkap kasus bayi yang dibuang di Hutan Kota Palu serta kasus TPPO anak asal Sulteng di Seram Bagian Timur (SBT), Maluku.
Rekam jejak yang panjang itu, mengantarkan Siti sebagai perempuan pertama yang menjadi Kasat Reskrim di Polres jajaran Polda Sulteng. Dia juga sempat menjabat sebagai Kapolsek Mantikulore, Polres Palu.
"Anak ini adalah generasi muda yang nanti menjadi agen perubahan. Perempuan (akan menjadi) ibu dari anak-anak, (sehingga) harus smart menghasilkan generasi yang unggul," kata Siti saat berbincang dengan detikcom.
Simak selengkapnya di sini.
(fas/knv)















































