Jakarta -
Acara Hoegeng Awards 2026 digelar malam ini. Di balik penentuan para penerima penghargaan tersebut, tersimpan proses panjang dan penuh dinamika yang dilakukan Dewan Pakar.
Adapun acara Hoegeng Awards 2026 digelar di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2026) malam. Para Dewan Pakar terlibat dalam diskusi, adu argumentasi hingga perdebatan dalam menentukan sosok polisi yang dinilai benar-benar layak menjadi teladan. Tujuannya sama, yakni menemukan polisi terbaik yang memiliki rekam jejak dan pengabdian yang patut diapresiasi.
Banyak nama masuk dalam proses penjurian. Satu per satu kandidat dibedah secara mendalam. Rekam jejak diperiksa, prestasi diverifikasi, data pendukung ditelusuri, hingga dampak nyata dari pengabdian para kandidat menjadi pertimbangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dewan Pakar memastikan proses tersebut dilakukan secara objektif dan independen. Tidak ada intervensi maupun kompromi dalam menentukan sosok yang dianggap layak menerima Hoegeng Awards 2026.
Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026, Gufron Mabruri, mengatakan seluruh kandidat yang masuk memiliki kualitas yang baik di kategorinya masing-masing. Sebab itu, Dewan Pakar mendiskusikan setiap kandidat secara mendalam.
"Secara umum semua kandidat, nama-nama yang masuk sebagai kandidat di semua kategori yang bagus bagus gitu ya di masing-masing kategori dan tentu kami dewan pakar mendiskusikan masing-masing kandidat," kata Gufron.
Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026, Putu Elvina, mengatakan pengecekan dilakukan mulai dari gaya hidup hingga laporan terkait keuangan. Hal itu dilakukan untuk mengonfirmasi dan mengklarifikasi informasi mengenai para kandidat.
"Jadi ini check and balance crosscheck dengan berbagai institusi, lifestyle sampai kemudian laporan terkait keuangan, itu juga kita mintakan berbagai sumber untuk bisa mengonfirmasi dan mengklarifikasi, tapi ada juga yang kemudian beberapa calon yang harus dicoret, karena memang dalam mengecek rekam jejak ternyata ada indikasi pelanggaran yang mungkin mereka lakukan," ujar Putu.
Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026, Alissa Qotrunnada Wahid, mengatakan pengecekan kondisi di lapangan dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai para kandidat. Masyarakat juga diberikan ruang untuk menyampaikan informasi.
"Bahkan proses pengecekan pada kondisi lapangan kemudian mendapatkan input dari masyarakat, itu dilakukan secara proaktif maupun secara terbuka. Jadi ruang untuk mendapatkan masukan dari masyarakat itu juga sangat besar," ujar Alisa.
Sementara itu, Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026, Habiburokhman, mengatakan tidak ada anggota Dewan Pakar yang dapat mengintervensi satu sama lain dalam proses penjurian. Dia mengatakan Dewan Pakar telah meluangkan banyak waktu untuk menemukan sosok terbaik.
"Ya di kita aja tidak bisa mengintervensi satu sama lain, gitu kan ya. bagi siapapun yang merasa punya kepentingan mengintervensi kami, tidak akan mungkin bisa. Tentu kami ya, saya sendiri salah satu dari tim di sini meluangkan waktu tenaga kami tidak ingin yang sia-sia, kami benar-benar ingin Hoegeng Awards ini membantu institusi polri dalam memperbaiki kerja, dengan menemukan sosok sosok yang bisa menjadi tauladan," kata Habib.
Senada, Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026, Achmad Santosa, mengatakan tidak ada kepentingan lain dalam proses penjurian selain mengangkat sosok polisi yang dinilai baik agar lebih dikenal masyarakat.
"Saya melihat tidak ada kepentingan apapun, kecuali kita betul-betul harus mengangkat polisi-polisi baik ini ya, menjadi lebih baik dikenal oleh masyarakat," tuturnya.
Tentang Hoegeng Awards
Hoegeng Awards merupakan program kolaborasi detikcom dengan Polri untuk memberikan penghargaan bagi polisi-polisi teladan. Ada 5 kategori penghargaan yang akan diberikan dalam Hoegeng Awards 2026, yaitu Polisi Berdedikasi, Polisi Inovatif, Polisi Berintegritas, Polisi Pelindung Perempuan dan Anak, serta Polisi Tapal Batas dan Pedalaman.
Proses Hoegeng Awards 2026 dimulai dari penjaringan nama-nama polisi teladan yang diusulkan masyarakat sejak 27 Januari 2026. Ada sembilan ribuan nama polisi teladan yang dikirimkan masyarakat hingga proses pengusulan itu ditutup pada 2 April 2026.
Dari banyaknya usulan itu, tim panitia Hoegeng Awards 2026 melakukan verifikasi dan seleksi awal. Nama-nama yang lolos verifikasi dan seleksi tim panitia kemudian diserahkan ke Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026, yakni Mantan Plt Pimpinan KPK Dr. Mas Achmad Santosa, S.H., LL.M., Anggota Kompolnas Gufron Mabruri, Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia Alissa Qotrunnada Wahid, M.Psi. Wakil Ketua Komnas HAM Putu Elvina, S.Psi., MM dan Ketua Komisi III DPR, Dr. Habiburokhman, S.H., M.H.
Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026 melakukan sejumlah rapat hingga akhirnya memilih nominasi kandidat di masing-masing kategori. Uji publik juga digelar sejak Kamis, 7 Mei 2026 hingga Jumat, 22 Mei 2026. Dalam tahap ini, detikcom menjaring masukan dari masyarakat mengenai para kandidat.
(amw/dhn)














































