Jakarta -
Sebanyak 15 anggota Polri menjadi kandidat penerima Hoegeng Awards 2026 dalam 5 kategori. Lima belas nama itu hasil dari proses panjang.
Hal itu disampaikan oleh tim Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026 yang juga mantan Plt Pimpinan KPK Dr. Mas Achmad Santosa di panggung Malam Puncak Hoegeng Awards yang digelar di The Tribrata Darmawangsa di Jakarta Selatan (Jaksel), Jumat (31/7/2026).
"Kategori polisi berdedikasi ini menitikberatkan pada dedikasi ekstra yang diberikan oleh anggota Polri baik dalam pengabdian di dalam tugas utama maupun pengabdian di luar tugas utama sebagai anggota Polri," kata Mas Achmad Santosa dalam sambutannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mas Achmad Santosa kemudian menjelaskan mengenai dinamika proses sampai mengerucut kepada 15 kandidat penerima Hoegeng Awards 2026.
"Ini memang sangat panjang dan melelahkan, dan bahkan tidak pernah tepat waktu, kita ekstra, karena diskusinya begitu panjang. Ada beberapa tahapan, yang pertama adalah usulan dari bawah, bottom up, melalui kanal yang disediakan oleh detikcom," ujarnya.
"Kemudian yang menarik juga adalah di samping pemeriksaan administratif, pemeriksaan in situ, jadi ke daerah ke lokasi langsung untuk melihat," imbuhnya.
Tahapan ketiga yakni jejak rekam, terutama soal integritas. Sedangkan tahapan yang keempat adalah eksaminasi dari dewan pakar setelah menerima 50 shortlisted dari para kandidat.
"Kemudian setelah itu uji publik lagi. Dan setelah uji publik baru kita berdiskusi sesama dewan pakar untuk sampai kepada 15 nama yang nanti akan diumumkan oleh dewan pakar kita semua," ujarnya.
Acara puncak Hoegeng Awards 2026 digelar di The Tribrata Darmawangsa di Jakarta Selatan (Jaksel), Jumat (31/7/2026). Acara ini dihadiri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Chairman of CT Corp Chairul Tanjung (CT).
Sejumlah menteri dan pimpinan lembaga negara juga turut menghadiri acara ini, di antaranya Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Jaksa Agung RI ST Burhanuddin, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi, Menaker Yassierli, Menteri Imipas Jenderal (Purn) Agus Andrianto, Menteri ATR/Kepala BPN RI Nusron Wahid, dan Wamenhub Suntana.
Selain itu, ada Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofiq, Wamenpan Komjen Pol. (Purn) Purwadi Arianto, Wamendes PDT Ahmad Riza Patria, Ketua KPK Setyo Budiyanto, Wakil Ketua Komisi III DPR DR. H. Ahmad Sahroni, Kepala BNPT Komjen Pol Eddy Hartono, Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto, Kepala BPIP Yudian Wahyudi, dan Ketua Kompolnas Irjen Pol (Purn) Drs. Arief Wicaksono Sudiutomo.
Para pejabat utama (PJU) Mabes Polri dan sejumlah Kapolda juga akan menghadiri acara penganugerahan kepada para polisi berprestasi. Acara ini akan dimeriahkan penyanyi ternama Tanah Air, Pongki Barata dan Putri Ayu.
Tentang Hoegeng Awards
Hoegeng Awards merupakan program kolaborasi detikcom dengan Polri untuk memberikan penghargaan bagi polisi-polisi teladan. Ada 5 kategori penghargaan yang akan diberikan dalam Hoegeng Awards 2026, yaitu Polisi Berdedikasi, Polisi Inovatif, Polisi Berintegritas, Polisi Pelindung Perempuan dan Anak, serta Polisi Tapal Batas dan Pedalaman.
Proses Hoegeng Awards 2026 dimulai dari penjaringan nama-nama polisi teladan yang diusulkan masyarakat sejak 27 Januari 2026. Ada sembilan ribuan nama polisi teladan yang dikirimkan masyarakat hingga proses pengusulan itu ditutup pada 2 April 2026.
Dari banyaknya usulan itu, tim panitia Hoegeng Awards 2026 melakukan verifikasi dan seleksi awal. Nama-nama yang lolos verifikasi dan seleksi tim panitia kemudian diserahkan ke Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026, yakni Mantan Plt Pimpinan KPK Dr. Mas Achmad Santosa, S.H., LL.M., Anggota Kompolnas Gufron Mabruri, Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia Alissa Qotrunnada Wahid, M.Psi. Wakil Ketua Komnas HAM Putu Elvina, S.Psi., MM dan Ketua Komisi III DPR, Dr. Habiburokhman, S.H., M.H.
Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026 melakukan sejumlah rapat hingga akhirnya memilih nominasi kandidat di masing-masing kategori. Uji publik juga digelar sejak Kamis, 7 Mei 2026 hingga Jumat, 22 Mei 2026. Dalam tahap ini, detikcom menjaring masukan dari masyarakat mengenai para kandidat.
(idh/dhn)














































