Aparat penegak hukum masih mendalami penyebab tewasnya pria bernama Sutrimo di depan klinik kecantikan Mordent di kawasan Jakarta Selatan (Jaksel). Penyebab kematian Sutrimo masih belum diketahui.
Polisi kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di klinik yang berlokasi di Jalan Kramat Pela RT 11 RW 11 Kelurahan Pulo, Kecamatan Kebayoran Baru, Jaksel.
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan menyelidiki kasus ini untuk mengetahui rangkaian peristiwa tersebut sekaligus mengungkap penyebab kematian korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyelidik mengumpulkan bahan keterangan serta melakukan klarifikasi terhadap pihak keluarga, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, dan pihak lain yang mengetahui peristiwa tersebut. Polisi juga mengalami rekam medis korban, riwayat pemesanan ambulans, hingga lokasi awal ditemukannya almarhum.
Berdasarkan informasi yang beredar, korban ditemukan dalam kondisi mulut berbusa. Korban disebut-sebut merupakan kepala rumah tangga (karumga) mantan Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait sosok korban.
"Masih didalami," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Minggu (26/7).
Polisi Cari CCTV hingga Saksi
Polisi mendalami kematian Sutrimo dengan menyisir rekaman CCTV hingga mencari saksi terkait peristiwa itu. Sutrimo ditemukan tewas pada Kamis (23/7) pekan lalu.
"Kita fokus di TKP dulu. Karena di TKP kita cari petunjuk, saksi-saksi, dan bukti-bukti. Terutama CCTV di sekitaran TKP," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah saat dihubungi, Senin (27/7).
Iskandarsyah mengatakan pihaknya mengalami kendala, dimana tempat kejadian perkara (TKP) sudah 'rusak' karena dilalui banyak orang sejak korban ditemukan. Iskandarsyah belum bisa memerinci siapa pastinya sosok korban.
"Habis itu kita olah TKP, sementara masih kita bersurat ke pihak rumah sakit minta data-datanya. Karena info yang kita dapatkan seperti itu kan," katanya.
Polisi Bawa Temuan ke Puslabfor
Polisi kembali melakukan olah TKP di klinik kecantikan Mordent terkait tewasnya Sutrimo. Sejumlah personel Puslabfor Polri terlihat membuka pagar klinik serta garis polisi pada Senin (27/7) pukul 13.10 WIB.
Mereka tampak mengenakan masker, sarung tangan, serta rompi bertuliskan 'Labfor'. Mereka kemudian membuka pintu masuk dan memasuki klinik tersebut.
Pantauan detikcom, personel Puslabfor terlihat membawa peralatan untuk olah TKP tersebut, termasuk kamera. Olah TKP dilakukan sekitar sejam atau berakhir pada pukul 14.13 WIB.
Polisi bawa 3 bungkusan kertas berisi barbuk ke Puslabfor usai olah TKP di Klinik Mordent. (Adhfar/detikcom)
Tampak seorang personel Puslabfor membawa 3 bungkusan berwarna cokelat. Polisi kemudian kembali memasang garis polisi di pagar dan pintu masuk Klinik Mordent.
Kasubnit Resmob Polres Jaksel Ipda Robby Pasha menjelaskan barang bukti yang diamankan akan dibawa ke Puslabfor. Dia belum menjelaskan barang bukti apa saja yang diamankan polisi.
"(Dibawa) Ke ini, Labfor, seperti yang kita ketahui tadi ya," kata Robby di lokasi.
Penyebab Kematian Didalami
Sutrimo ditemukan tak sadarkan diri pada Kamis (23/6) di halaman klinik Mordent. Dia lalu dibawa menggunakan ambulans ke RS Muhammadiyah Taman Puring.
Pihak RS menyatakan Sutrimo sudah dalam kondisi meninggal dunia. Polisi masih mendalami penyebab kematian Sutrimo.
"Polda Metro Jaya pasti akan mendalami informasi sekecil apapun, apalagi terkait tentang hilangnya nyawa seseorang. Apakah itu wajar atau tidak wajar," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto di kawasan Matraman, Jakarta, Senin (27/7).
Dia mengatakan, pihaknya menerima informasi soal kematian Sutrimo dari awak media. Polisi masih mendalami terkait peristiwa ini termasuk dari gambar dan narasi yang beredar terkait kematian korban.
Di medsos, disebutkan korban ditemukan dalam kondisi keluar busa dari hidung dan mulutnya. Polisi masih mendalami informasi tersebut, termasuk keterangan pihak RS dan mendalami rekam medis korban.
"Makanya nanti kita melihat karena selama ini beberapa waktu dari hari kemarin kita mendapatkan postingan-postingan foto, dokumen, ini kan harus ada pendalaman," ucapnya.
Keluarga Korban Dipersilakan Lapor
Polisi mempersilakan keluarga korban melapor jika merasa ada kejanggalan atas meninggalnya Sutrimo. Kepolisian juga menyampaikan duka cita atas meninggalnya Sutrimo.
"Kita juga memberi ruang kepada keluarga korban yang masih dalam kondisi berduka. Dan kita juga memberikan himbauan apabila memang keluarga korban merasa ada kejanggalan terhadap meninggalnya saudara S, ini bisa membuat laporan kepada Polda Metro Jaya," tuturnya.
Momen Sutrimo Ditemukan Tergeletak
Seorang saksi yang berprofesi sebagai tukang parkir bernama Deni (45), mengungkap saat melihat Sutrimo dalam posisi telentang di depan klinik Mordent. Deni mengaku tidak melihat Sutrimo mengeluarkan busa dari tubuhnya karena melihat dari kejauhan.
"Ada, telentang, saya lihat telentang. Berbusa dari hidung aja apa dari mulut kali, ya, nggak tahu, soalnya (lihat) dari jauh," kata Deni ditemui di sekitar lokasi.
Deni mengungkap sejumlah orang kemudian mendekat ke arah tubuh Sutrimo. Dia menyebut kumpulan orang tersebut bukan warga sekitar Klinik Mordent.
"Bukan, bukan. Kalau warga, kalau warga sini pastinya tahu tuh. Pasti kenal kalau warga sini gitu," katanya.
Polisi masih mendalami penyebab tewasnya pria bernama Sutrimo di depan klinik kecantikan Mordent di Jaksel. Penyebab kematian Sutrimo masih belum diketahui. (Adhfar/detikcom)
Sutrimo kemudian dibawa masuk ke dalam ambulans. Deni menyebut dirinya tidak mengenal dan tidak pernah melihat Sutrimo.
Deni menyebut Klinik Mordent sudah tutup lebih dari setahun. Dia mengaku kerap mengatur kendaraan di sekitar klinik.
"Setahun lebih lah, yang udah seingat tahu ini tutup. Soalnya saya kan suka ngatur-ngatur kendaraan, apa tuh namanya, tempat parkir, tamu, tamu dia tuh, tamu ke klinik," katanya.
Saksikan Live DetikPagi :
(jbr/rfs)
















































