Kemensos Tawarkan Anak Terduga Maling Ayam di Bali Masuk Sekolah Rakyat

3 hours ago 2
Jakarta -

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan pihaknya sudah melakukan asesmen terhadap keluarga pria di Tabanan, Bali berinisial KD yang meninggal dikeroyok usai mencuri ayam. Gus Ipul mengatakan pihaknya menawarkan dua anak KD untuk masuk Sekolah Rakyat.

Gus Ipul menuturkan, keluarga KD masuk dalam kriteria keluarga kurang mampu. Hal itu membuat istri dan anak KD layak mendapat bantuan.

"Tentu kita lakukan asesmen, kemarin atau hari ini sudah ada tim Kemensos yang ke sana, tentu dengan mempertimbangkan suasana masih berduka. Tetapi ada anaknya ini SD sama SMA yang Insyaallah kita akan coba kalau berkenan ya kita akan tawarkan sekolah di Sekolah Rakyat. Karena kriterianya memenuhi setelah dilihat kondisi keluarganya," kata Gus Ipul saat dihubungi, Selasa (28/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain bantuan terhadap pendidikan, Gus Ipul menuturkan Kemensos juga akan memberi pendampingan psikososial terhadap anak KD yang sempat menangis histeris saat melihat jasad ayahnya dibopong. Dia menyebut tim Kemensos dan psikolog sudah menyambangi kediaman KD.

"Tentu kita akan membantu memberikan dukungan psikososial. Jadi ada tim yang dikirim, psikolog juga kita udah dikirim ke sana, terus udah mulai dialog sama ibunya, sama anaknya tapi tentu belum bisa bicara banyak ya karena masih keadaan berduka jadi belum bisa bicara panjang. Tapi sudah ada tim Kemensos ke sana sudah ketemu," tuturnya.

Gus Ipul mengatakan berdasarkan data sementara yang diterima, keluarga KD masuk dalam kategori desil 2 yang artinya masyarakat miskin. Kemensos, kata Gus Ipul, masih akan melakukan pemutakhiran bersama Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menentukan secara pasti apakah keluarga KD masuk kategori sangat miskin atau miskin.

"Ketiga, tentu kita akan tindaklanjuti dengan bantuan-bantuan yang ada, bansos apakah pemberdayaan untuk orang tuanya. Secara data dia di desil 2 baru hasil mutakhir, ini mau kita cek lagi, baru selesai laporannya belum kita terima resmi. Dari hasil asesmen yang dilakukan hari ini, dia berada di desil 2. Untuk itu kita lagi melakukan pemutakhiran dulu dengan BPS apakah mereka sebenarnya di desil 2 atau 1 kita mutakhirkan sekaligus kita cek ulang," ujarnya.

Berdasarkan data Kemensos, keluarga KD telah mendapat bansos sembako sejak Januari 2024. Kemudian terdata sebagai Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional PB-JKN sejak Maret 2025.

5 Tersangka

Polisi menetapkan 5 warga yang mengeroyok KD sebagai tersangka. Kelima tersangka masing-masing berinisial MJ, WS, KB, ML, dan ND.

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati mengatakan penetapan kelima tersangka dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan interogasi intensif di Polsek Baturiti.

"Setelah diinterogasi, kami menetapkan lima tersangka pelaku pengeroyokan yang semuanya adalah laki-laki," ujar Bayu Pati saat konferensi pers di Mapolres Tabanan.

Selain mengamankan kelima tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa pakaian milik para tersangka, sebatang besi, dan sebatang bambu yang diduga digunakan untuk menganiaya korban hingga tewas.

Saksikan Live DetikPagi :

(dek/ygs)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |