Bentrokan Maut di Menteng Berujung 7 Tersangka Dijerat

4 hours ago 2
Jakarta -

Bentrokan maut yang terjadi di kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat (Jakpus), menyebabkan satu jiwa dari sekelompok orang tewas. Rangkaian bentrok berawal dari suara kebisingan knalpot kendaraan bermotor, berujung tujuh orang tersangka. Seluruh pihak diajak untuk menjaga kedamaian dan ketenangan Ibu Kota.

Kericuhan berawal di salah satu lokasi pedagang nasi uduk, kemudian bentrokan merembet hingga ke Jalan Tambak, Menteng, menyebabkan satu orang tewas. Satu orang meninggal dunia setelah dibawa ke rumah sakit (RS) akibat bentrokan tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut peristiwa pertama terkait perusakan. Peristiwa ini diawali oleh salah satu kelompok yang tidak terima ditegur warga karena menggunakan knalpot berisik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kejadian ini berawal dari suara kebisingan knalpot. Kebisingan knalpot, sehingga mengganggu warga lainnya. Dan ini diteriaki, sehingga yang bersangkutan tidak terima, kembali ke lokasi tetapi yang meneriaki sudah tidak ada di lokasi kejadian," kata Budi di Jalan Matraman Dalam, Senin (27/7).

Aparat berjaga di sekitar lokasi TKP bentrokan aut di Menteng, Jakpus.Aparat berjaga di sekitar lokasi TKP bentrokan aut di Menteng, Jakpus. (Adrial Akbar/detikcom)

Kelompok yang ditegur warga itu emosi, kemudian melakukan perusakan kepada gerobak nasi uduk pedagang. Warga tidak terima atas perusakan itu, sehingga terjadi peristiwa kedua yaitu kericuhan dan ada penganiayaan.

"Sehingga dilakukan keributan, sehingga terjadi keributan dan mengakibatkan penganiayaan, sehingga ada korban yang luka dan meninggal dunia," ujarnya.

Dua peristiwa ini kini ditangani oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama Polres Jakarta Pusat. Budi menyebut dua belah pihak sudah sepakat agar kasus ini ditangani oleh kepolisian.

"Bahwa dua peristiwa yang terjadi ini saat ini ditangani oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Pusat," tuturnya.


Polisi Tetapkan 7 Tersangka Terkait Bentrokan Maut

Polisi telah menetapkan tujuh tersangka dari peristiwa kericuhan maut di kawasan Jalan Tambak, Menteng. Ketujuh tersangka ditetapkan atas perusakan gerobak pedagang dan kejadian penganiayaan dalam peristiwa bentrokan.

"Empat orang tersangka terhadap perusakan gerobak warga. Ini juga dari keterangan delapan saksi, termasuk petunjuk dari CCTV dan alat-alat bukti lainnya," kata Budi.

Empat tersangka perusakan itu berinisial GNA, AJL, FAM, dan ELL. Selain itu, polisi juga menetapkan tiga tersangka lainnya dalam peristiwa pengeroyokan hingga berujung satu orang tewas.

"Untuk perkara perusakan ini inisial GNA, AJL, FAM, dan ELL. Untuk perkara pengeroyokan itu ada tiga: SK, AS, dan OR," ujarnya.

Budi menyebut tersangka dari peristiwa perusakan bukan warga Matraman. Sedangkan tersangka peristiwa penganiayaan adalah warga Matraman.

"Yang kelompok perusakan adalah salah satu kelompok yang bukan warga dari Matraman, tetapi yang penganiayaan adalah salah satu warga setempat," ucapnya.


Lokasi Bentrokan Maut Sudah Kondusif

Polisi memastikan bahwa kondisi di lokasi bentrokan Jalan Tambak dan kawasan Matraman sudah aman dan kondusif. Polisi menempatkan sejumlah personel gabungan untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban warga.

"Kita sama-sama melihat juga di lokasi ini kegiatan UMKM sudah berjalan dengan normal, aktivitas masyarakat berjalan dengan normal. Masih tetap dilakukan pengamanan dari pihak Polda Metro Jaya termasuk dari Kodam Jaya," kata Kombes Budi di lokasi.

Polisi menegaskan dua belah pihak sudah sepakat bahwa perkara ini ditangani oleh kepolisian. Polisi memastikan akan selalu menyampaikan perkembangan terkait pengusutan peristiwa tersebut.

Budi meminta agar semua pihak menjaga kondusivitas, diharapkan tidak ada pihak yang memicu perpecahan antarmasyarakat. "Kita harus sama-sama bijak dalam menyampaikan informasi di tengah-tengah masyarakat," ujarnya.


Pramono Minta Warga Tak Terprovokasi

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi setelah bentrokan antarwarga yang terjadi di Jalan Tambak, Menteng. Pramono mengajak warga bersama-sama menjaga kondusivitas Ibu Kota melalui semangat 'Jaga Jakarta'.

"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tentunya menyampaikan keprihatinan yang sangat mendalam, sedih, berduka dengan peristiwa yang terjadi di kawasan Matraman," kata Pramono saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta.

Pramono mengatakan dia telah menginstruksikan seluruh jajaran Pemprov Jakarta untuk berkoordinasi dengan aparat penegak hukum serta para tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga tokoh pemuda guna mencegah konflik meluas.

"Saya telah melakukan dan menginstruksikan kepada jajaran Pemerintah DKI Jakarta untuk berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, guna menjaga situasi agar tetap berjalan dengan kondusif dan damai," ujarnya.

Mantan Seskab itu juga meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas peristiwa tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. "Pemerintah Jakarta sepenuhnya menaruh harapan setinggi mungkin kepada aparat penegak hukum untuk menyelesaikan persoalan ini secara baik-baik, melakukan penyelidikan, penyidikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ucapnya.

Personel gabungan TNI dan Polri disiagakan di kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026), untuk mengamankan situasi pascabentrokan antarkelompok yang menewaskan satu orang dan menyebabkan satu korban lainnya mengalami luka kritis.Personel gabungan TNI dan Polri disiagakan di kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026), untuk mengamankan situasi pascabentrokan antarkelompok yang menewaskan satu orang dan menyebabkan satu korban lainnya mengalami luka kritis. (Gilang Faturahman/detikfoto)

Pramono secara khusus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan. Menurut dia, penyebaran informasi yang tidak benar berpotensi memicu konflik makin meluas.

"Sebagai Gubernur Jakarta saya mengimbau kepada semua masyarakat kita untuk kepala dingin, tidak melakukan tindakan provokasi yang berpotensi untuk memperluas konflik, tidak menyebarkan informasi atau disinformasi yang tidak berdasarkan fakta, dan tidak merusak fasilitas umum," katanya.

Pramono kembali mengajak seluruh warga menjaga Jakarta agar situasi tetap aman dan kondusif. "Sekali lagi saya mengajak, seperti hal yang selalu berulang kali saya sampaikan, Jakarta ini perlu kita jaga bersama-sama, maka Jaga Jakarta menjadi penting dalam kondisi yang seperti ini," lanjutnya.

Di sisi lain, Pemprov Jakarta telah berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk memastikan kondisi di lapangan tetap terkendali. Pramono mengajak warga Jakarta dengan semangat 'Jaga Jakarta'.

"Jadi kami telah melakukan koordinasi antara TNI, Polri, pemerintah DKI Jakarta untuk menjaga ini agar kondusif. Karena tagline Jaga Jakarta ini memang kita gunakan bersama dan saya yakin mudah-mudahan sekarang ini yang di lapangan sudah mulai tenang, tidak tersulut lagi dengan hal-hal yang berkembang yang terjadi karena disinformasi," imbuhnya.


Warga dan Pihak Korban Ajak Semua Pihak Damai

Pengurus RT 08/RW 04 Pegangsaan, Menteng, menggelar mediasi dengan keluarga korban yang tewas dalam bentrokan di kawasan Menteng. Dalam pertemuan yang difasilitasi Polda Metro Jaya itu, kedua belah pihak sepakat berdamai dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian.

"Perihal dengan kejadian yang kemarin, kami sudah dipertemukan oleh Bapak Kapolda maupun dengan aparatnya setempat. Di mana kami ditemukan dengan daripada perwakilan daripada warga dari pihak yang telah meninggal dunia," ujar Ketua RT 08/RW 04 Pegangsaan, Ica Risanggeni, kepada wartawan di depan Gedung Promoter, Polda Metro Jaya.

Ica juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya korban. Ica berharap seluruh warga, khususnya di wilayah Matraman dan sekitarnya, dapat menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

"Terutama juga kami ucapkan sedalam-dalamnya turut berduka cita atas meninggalnya rekan kita atas kejadian yang kemarin. Dan saya berharap pun juga untuk semua warga yang berada di lokasi Matraman sekitarnya. Mohon kita dapat menjaga kondusif daripada keamanan setempat," jelasnya.

Ica turut mengajak warga untuk melanjutkan berdagang di lokasi kericuhan, setelah mediasi itu, kedua belah pihak yang bertikai telah berdamai. "Dan tidak usah takut bagi warga-warga yang ingin berdagang, silakan dilanjutkan saja. Kami sudah berdamai dengan pihak dari perwakilan dari pihak yang telah meninggal dunia dengan Bapak Dami," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan keluarga korban, Dami Renjaan mengungkapkan penyesalan atas apa yang telah terjadi kepada korban. Pihak keluarga menyerahkan seluruh proses hukum kepada pihak kepolisian.

"Kami perlu menyampaikan bahwa pertama-tama tentunya kami dari keluarga korban yang meninggal dunia atas nama Paskalis, kami menyesalkan kejadian yang telah terjadi, yang menimpa adik dan saudara kami. Meskipun demikian, saat ini kami menyerahkan seluruh proses hukum kepada aparat penegak hukum," ujarnya.

"Kami yakin dan percaya bahwa aparat penegak hukum dapat bekerja secara profesional dan adil dalam menyelesaikan persoalan ini, sehingga memberikan rasa keadilan bagi kita semua," tambahnya.

Perwakilan warga dan korban bentrokan maut di Menteng usai mediasi di Polda Metro Jaya (Devi/detik)Perwakilan warga dan korban bentrokan maut di Menteng usai mediasi di Polda Metro Jaya. (Devi/detik)

Dami mengimbau seluruh warga dan pihak mana pun untuk menjaga keamanan dan ketertiban Jakarta. Dami mengajak semua pihak menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum.

"Yang kedua, kami mengimbau kepada semua keluarga yang ada di Indonesia timur maupun semua keluarga di mana pun berada, mari kita kembali menjaga keamanan dan ketertiban. Kita serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Kita yakin dan percaya sekali lagi bahwa proses ini dapat berjalan dengan baik dan dapat memberikan keadilan bagi kita semua," tuturnya.

"Mungkin itu saja dari kami keluarga korban yang meninggal dunia. Terima kasih atas atensi dari Bapak Kapolda beserta jajarannya, pihak kepolisian yang membantu kami memfasilitasi semua pertemuan ini maupun proses-proses hukum yang telah berjalan. Kami serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian semoga berjalan dengan baik," tutupnya.

Saksikan Live DetikPagi :

(rfs/rfs)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |