Bupati Ipuk Beberkan LKPJ 2025, IPM Naik dan Kemiskinan Turun di Banyuwangi

2 weeks ago 51

Jakarta -

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memaparkan berbagai capaian pembangunan daerah sepanjang tahun 2025 dalam Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2025 kepada DPRD Banyuwangi.

"Penyelenggaraan pemerintahan daerah Tahun Anggaran 2025 telah berakhir, kami selaku Kepala Daerah berkewajiban untuk menyampaikan LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2025 kepada DPRD melalui Rapat Paripurna," kata Ipuk, dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4/2026).

Penyampaian laporan tersebut dilakukan dalam Rapat Paripurna DPRD Banyuwangi, Jumat (27/3). Dalam kesempatan yang sama, Ipuk menjelaskan sejumlah indikator pembangunan yang menunjukkan tren positif, mulai dari pertumbuhan ekonomi, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penurunan angka kemiskinan, hingga capaian di sektor pariwisata.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banyuwangi pada 2025 tercatat naik dari 74,30 pada 2024 menjadi 75,17. Capaian tersebut melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

"IPM Banyuwangi meningkat dari 74,30 pada tahun 2024 menjadi sebesar 75,17 pada tahun 2025. Realisasi ini telah melebihi target yang ditetapkan, dengan capaian sebesar 100,40 persen," jelasnya.

Selain peningkatan IPM, angka kemiskinan juga terus menurun. Persentase penduduk miskin turun dari 6,54 persen pada 2024 menjadi 6,13 persen pada 2025. Sementara itu, indeks Gini atau rasio ketimpangan turut membaik, dari 0,312 pada 2024 menjadi 0,290 pada 2025.

Sedangkan dari sisi ekonomi, Banyuwangi mencatat pertumbuhan sebesar 5,65 persen pada 2025, meningkat dibandingkan 4,68 persen pada 2024. Kenaikan sebesar 0,97 poin persentase ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir, sekaligus melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur maupun nasional.

"Ini merupakan kenaikan tertinggi dalam lima tahun terakhir dan menjadi capaian pertumbuhan tertinggi selama periode 2021-2025. Realisasi Tahun 2025 juga telah melebihi target yang ditetapkan, dengan capaian sebesar 115,31 persen," kata Ipuk.

Di sektor pariwisata, Banyuwangi juga mencatat perkembangan positif. Jumlah kunjungan wisatawan nusantara meningkat dari 3,28 juta orang pada 2024 menjadi 3,50 juta orang pada 2025. Sementara kunjungan wisatawan mancanegara naik dari 122,90 ribu orang menjadi 166,99 ribu orang pada periode yang sama.

Sepanjang 2025, Banyuwangi juga menorehkan berbagai prestasi di tingkat nasional. Di antaranya penghargaan Kabupaten Berkinerja Tinggi dalam penilaian Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2024, serta predikat Kabupaten Terinovatif se-Indonesia dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2025 dari Kementerian Dalam Negeri.

Di bidang digitalisasi pemerintahan, Banyuwangi mencatat indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebesar 4,87, yang menempatkannya sebagai pemerintah daerah terbaik di Indonesia.

Ipuk menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen di Banyuwangi.

"Semua ini merupakan hasil kinerja dan sinergi Pemerintah Daerah beserta DPRD, serta seluruh jajaran Forpimda, instansi vertikal, pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta semua elemen masyarakat Banyuwangi," pungkasnya.

(ega/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |