Prabowo Ungkap Alasan Jarang Bicara soal Bencana: Rakyat Lebih Percaya Bukti

4 hours ago 12

Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mengakui dirinya memang jarang memberikan keterangan pers terkait penanganan bencana. Alasannya, karena dirinya memahami psikologi rakyat Indonesia yang hanya percaya dengan bukti.

Hal itu disampaikan Prabowo saat rapat koordinasi penanganan bencana dengan sejumlah menteri dan Dirut BUMN di Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2026). Prabowo awalnya memberikan nasihat kepada seluruh jajarannya untuk tidak takut dengan hujatan.

"Salah satu kewajiban seorang pemimpin adalah siap untuk dihujat, siap untuk difitnah siap untuk di... tapi tidak boleh kita apa, tidak boleh kita terpengaruh dan tidak boleh kita patah semangat," kata Prabowo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo lantas membeberkan prinsipnya yang selalu percaya dengan bukti. Ia tak ambil pusing dengan adanya hujatan atau fitnah karena menurutnya yang terpenting bukti nyata di masyarakat.

"Semua itu kita terima sebagai ya sebagai koreksi juga, enggak apa-apa. Walaupun itu fitnah, itu kalau kita tahu di hati kita bahwa itu tidak benar tapi itu jadi waspada bagi kita ya. Jadi, saudara-saudara saya percaya dengan bukti, evidence based itu cara bekerja saya," ujarnya.

Karena itu lah, Prabowo jarang memberikan keterangan pers, terutama terkait penanganan bencana. Ia memahami rakyat Indonesia yang percaya dengan bukti.

"Kalau saudara perhatikan saya jarang kasih wawancara dengan pers, saya bukan saya tidak hormati pers karena saya mengerti psikologi rakyat Indonesia, rakyat Indonesia hanya percaya dengan bukti, bukti. Kita sekarang dalam rangka membuktikan," ujarnya.

Prabowo lantas menyinggung kritikan kepada para menterinya turun ke lokasi bencana hanya untuk wisata. Menurutnya, turun langsung itu bukan berarti ikut melakukan pekerjaan lapangan, melainkan untuk mencari masalah dan kekurangan selama penganan untuk kemudian diambil keputusan.

"Jadi kalau ada menteri-menteri pejabat turun itu dia tidak turun untuk wisata. Dia datang, dia melihat, mencatat, mengerti mengambil keputusan, kan demikian," ujarnya.

Prabowo kembali menegaskan kepada jajarannya untuk tidak terpengaruh dengan hujatan yang ada. Ia meminta mereka tetap fokus mengurangi penderitaan rakyat.

"Jadi hal-hal yang apa itu nyinyir-nyinyir itu kita anggap sebagai katakanlah sebagai peringatan bagi kita. Tapi kita tidak boleh terpengaruh ya. Sekali lagi tidak datang salah, datang dicari kesalahan juga, ya nggak papa," ujarnya.

"Tugas kita, saya walaupun tidak sehari-hari sama saudara ya saya di pusat ya, Saya berpikir bagaimana saya atasi ini, membantu saudara di lapangan. Tetapi sementara nasib 280 juta rakyat Indonesia tetap harus kita urus secara nasional," lanjut Prabowo.

(eva/wnv)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |