Menag: Perayaan Natal dan Imlek Jadi Bukti Kerukunan Indonesia Capai Puncak

4 hours ago 4

Jakarta -

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menghadiri puncak perayaan Imlek Festival 2026 malam ini. Dia mengapresiasi kesuksesan seluruh rangkaian Perayaan Imlek Festival 2026.

"Inilah Imlek pertama sepanjang sejarah Indonesia, terjadi semacam koalisi yang sangat luar biasa," katanya di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (28/2/2026).

Dalam acara yang bertajuk 'Harmoni Imlek Nusantara' tersebut, Nasaruddin menyoroti persatuan yang luar biasa di era Kabinet Merah Putih. Dia mengapresiasi bagaimana perayaan hari besar keagamaan, mulai dari Natal hingga Imlek, diselenggarakan bersama dengan penuh kemeriahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemarin kita merayakan Natal bersama ya, dan hari ini juga kita merayakan Imlek juga bersama," tururnya.

Dia menambahkan, berdasarkan data indeks kerukunan umat beragama, Indonesia mencatatkan rekor positif. Dia menilai, kenyataan ini menunjukkan semakin kokohnya kebersamaan Indonesia sebagai bangsa yang majemuk.

"Tahun ini, tahun 2025, tercatat juga dalam indeks bahwa tingkat kerukunan Indonesia sepanjang sejarah bangsa Indonesia, Indonesia mencapai puncaknya pada tahun ini," lanjut dia.

Menurutnya, perayaan Imlek tahun ini memiliki makna mendalam karena berlangsung beriringan dengan bulan suci Ramadan. Dia menyebut momen ini sebagai simbol wajah asli Indonesia yang berbeda namun tetap rukun.

"Lentera-lentera merah Imlek yang bercahaya dan berbagai pertunjukan akulturasi hari ini, menjadi simbol indah bagaimana dua tradisi besar ini, Imlek dan Ramadan, dapat saling melengkapi," tuturnya.

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa Imlek bukan sekadar ritual keagamaan umat Khonghucu atau tradisi masyarakat Tionghoa semata. Melainkan telah menjadi aset kekayaan budaya nasional dan sarana diplomasi budaya di kancah global.

"Festival ini menjadi ruang perjumpaan lintas budaya, lintas agama, dan lintas generasi. Di sinilah kita melihat bahwa keberagaman bukanlah pemisah, melainkan kekuatan yang mempersatukan," imbuhnya.

Melalui perayaan Imlek, Nasaruddin berharap dapat semakin mempererat persaudaraan dan kebersamaan di tengah keberagaman. Melestarikan nilai-nilai budaya luhur sebagai bagian daripada identitas bangsa.

"Menumbuhkan semangat toleransi, saling menghargai, dan gotong royong. Serta menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar memahami dan mencintai budaya Nusantara," sambung dia.

Nasaruddin berharap Tahun Baru Imlek dapat membawa kedamaian dan menjauhkan bangsa dari konflik. Serta menjadi momentum untuk mempererat keadilan sosial dan mengentaskan kemiskinan.

"Semoga puasa kita diterima dan Imlek kita pun penuh dengan berkah. Kita diajak untuk tidak hanya merayakan, tetapi juga merefleksikan diri, sudah sejauh mana kita menebarkan kebaikan dan menjaga keharmonisan di dalam kehidupan bersama," pungkasnya.

(ond/ygs)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |