Jakarta - SMAN Tugumulyo kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih gelar juara Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR tingkat Provinsi Sumatera Selatan. SMAN Tugumulyo meraih juara kedua kalinya secara berturut-turut (back to back).
Kemenangan ini sekaligus memastikan mereka menjadi wakil Sumsel di tingkat nasional di Jakarta, bersaing dengan 37 provinsi lainnya. Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, memberikan apresiasi atas semangat dan sportivitas para peserta, khususnya SMAN Tugumulyo.
"Saya kagum dengan SMAN Tugumulyo karena langsung mengakui dan mengurangi poinnya sendiri saat babak penyisihan. Itu nilai sportivitas yang harus tetap dijaga dan dipertahankan," ujar Siti Fauziah, dalam keterangan tertulis, Minggu (3/5/2026).
Ia menegaskan bahwa ajang LCC Empat Pilar bukan semata-mata soal kemenangan, tetapi juga membangun hubungan antarpeserta.
"Yang terpenting bukan hanya menang, tapi juga hubungan pertemanan yang terjalin. Itu yang harus terus dijaga," tambahnya.
Dalam hasil akhir babak final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Sumatera Selatan, SMAN 1 Tebing Tinggi meraih 100 poin, SMKN 1 Prabumulih memperoleh 60 poin, sementara SMAN Tugumulyo unggul dengan 110 poin.
"Dengan demikian, SMAN Tugumulyo menjadi pemenang dan berhak mewakili Provinsi Sumatera Selatan ke tingkat nasional di Jakarta," tuturnya.
Sementara itu, Guru pendamping SMAN Tugumulyo, Lia Damayanti, menjelaskan bahwa persiapan tim dilakukan secara terstruktur melalui ekstrakurikuler khusus LCC yang sudah berjalan beberapa tahun.
"Kami membuka audisi untuk seluruh siswa, lalu melatih mereka secara rutin. Bahkan menjelang lomba, latihan bisa tiga kali seminggu hingga simulasi seperti lomba sesungguhnya," kata Lia.
Lia juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi tim, mulai dari keterbatasan infrastruktur hingga perjalanan panjang menuju lokasi lomba.
"Perjalanan yang seharusnya 6-7 jam bisa jadi 9 jam. Itu cukup melelahkan, tapi anak-anak tetap harus belajar materi di malam hari," ungkapnya.
Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya pada penguasaan materi, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dan komunikasi.
"Materi pro dan kontra itu sangat menguji mental. Di situ terlihat kemampuan public speaking dan kepercayaan diri mereka. Membangun tim yang solid juga menjadi tantangan utama," tuturnya.
Meski memiliki keterbatasan fasilitas, Lia menegaskan hal tersebut tidak menghalangi semangat siswa untuk berprestasi.
"Kami mungkin tidak punya banyak fasilitas, tapi kami punya semangat dan mimpi. Kami ingin suatu hari membawa Sumatera Selatan menjadi juara satu nasional," tegasnya.
Salah satu peserta, Bena Novariyani, mengungkapkan rasa bangga atas capaian timnya sekaligus tekad untuk meraih hasil lebih baik di tingkat nasional.
"Perjalanan kami tidak mudah, dari nol sampai di titik ini. Ini bukan hasil individu, tapi kerja tim," ujar Bena.
Bena menegaskan bahwa target mereka di LCC Empat Pilar MPR RI tingkat nasional adalah menjadi juara pertama. Ia bersama rekan-rekannya akan meningkatkan intensitas belajar dan memperbaiki kekurangan saat babak penyisihan di tingkat provinsi.
Lebih lanjut, ia menyebut persiapan akan difokuskan pada pendalaman materi dari buku-buku Empat Pilar MPR RI.
"Kami akan latihan setiap hari dan menghatamkan enam buku dari MPR sebagai bekal ke nasional," pungkasnya.
(anl/ega)

















































