Jakarta -
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyayangkan adanya serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) ke Iran. AHY menyebut eskalasi konflik di Timur Tengah itu bisa berdampak ke berbagai sektor.
Menurut AHY, serangan tersebut dapat menimbulkan tragedi kemanusiaan hingga menyebabkan dampak serius terhadap stabilitas geopolitik global, keselamatan penerbangan sipil, hingga sektor energi dunia.
"Kita juga tentunya sangat-sangat menyayangkan ya terjadinya kembali perang, serangan Israel ke Iran yang kita tahu juga pasti akan mengakibatkan goncangan geopolitik, terutama di Timur Tengah," kata AHY kepada wartawan di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (28/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan ini pasti akan sangat berpengaruh pada keamanan dunia juga, stabilitas secara keseluruhan," lanjutnya.
AHY mengatakan dampak konflik ini tidak hanya terbatas di kawasan konflik, tetapi akan merembet hingga ke stabilitas keamanan dunia, termasuk Asia Tenggara. Dia berharap serangan tersebut tidak terlalu menganggu penerbangan.
"Pasti akan dampaknya terasa, termasuk ke kawasan kita, kawasan Asia Tenggara. Dan kita tetap mengantisipasi. Saya rasa ini sesuatu yang memang harus bisa kita mitigasi, termasuk mudah-mudahan tidak terlalu mengganggu penerbangan," ucap dia.
AHY menyebut, setiap maskapai juga perlu meningkatkan kewaspadaan dan melakukan penghitungan ulang terkait rute lintasan pesawat demi alasan keselamatan.
"Tapi pasti maskapai-maskapai juga akan menghitung kembali faktor keselamatan nomor satu, karena lintasannya kita tidak pernah bisa prediksi ya, namanya perang apalagi menggunakan misil, rudal jarak jauh," sambung AHY.
Ketua Umum Partai Demokrat itu berharap, ketegangan Israel dan Iran bisa segera mereda karena akan berpengaruh pada banyak bidang lainnya.
"Sekali lagi kita berharap ini bisa segera berakhir-lah yang begini-begini ya. Karena memang ini akan mengakibatkan bukan hanya tragedi kemanusiaan, tapi juga akan menyebabkan berbagai tantangan yang berat di sektor ekonomi, termasuk energi dunia," pungkasnya.
Diketahui, AS dan Israel telah melancarkan serangan gabungan ke wilayah Iran pada Sabtu pagi waktu Iran. Serangan itu diklaim itu menghilangkan ancaman yang ditimbulkan oleh rezim Iran.
Iran menyebut serangan itu sebagai pelanggaran kedaulatan. Iran kemudian melancarkan serangan balasan yang menyasar sejumlah pangkalan militer AS di wilayah Timur Tengah.
Rentetan ledakan mengguncang sejumlah negara Teluk Arab yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (28/2) waktu setempat. Mulai dari Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, hingga Kuwait semuanya melaporkan rentetan ledakan setelah AS bersama Israel menyerang Iran.
(ond/ygs)
















































