Bamsoet Dorong Spirit Brotherhood Jadi Modal Sosial Jaga Persatuan Bangsa

3 hours ago 4

Jakarta -

Anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Bela Diri Indonesia (PERIKSHA) Bambang Soesatyo (Bamsoet) menuturkan tradisi buka puasa bersama komunitas olahraga menembak dan otomotif di bulan Ramadan telah berkembang menjadi sarana penguatan solidaritas menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, kepedulian sosial, dan pembentukan karakter kebangsaan.

Dia mengatakan di tengah meningkatnya jumlah kepemilikan senjata api beladiri dan olahraga menembak serta komunitas kendaraan roda dua dan roda empat di Indonesia, momentum Ramadan dapat menjadi refleksi penting untuk menjaga etika kepemilikan senjata api dan berkendara sekaligus memperkuat persaudaraan lintas merek, lintas klub, serta lintas generasi.

"Spirit brotherhood di komunitas olahraga menembak dan otomotif yang tergabung di PERIKHSA RIDERS (Motor Besar), PERIKSHA 4x4 (Mobil Offroad) dan pecinta cigar nusantara PERIKHSA CIGAR adalah modal sosial yang sangat kuat dalam menjaga kesatuan dan persatuan bangsa. Ramadan menjadi momentum untuk merawat nilai kebersamaan, memperkuat empati, dan meneguhkan komitmen agar komunitas hadir membawa manfaat bagi masyarakat," kata Bamsoet dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu diungkapkan olehnya saat Buka Puasa Bersama pengurus dan anggota Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Bela Diri Indonesia (PERIKSHA) di Parle Resto Jakarta, Sabtu (28/2/26). Hadir dalam acara buka puasa bersama itu Presiden PERIKSHA RIDERS Aldwin Rahadian, Presiden PERIKHSA CIGAR Charles Wicaksana, Presiden PERIKSHA 4x4 Malik Bawazier serta Wakil Presiden PERIKHSA 4x4 Sunan Kalijaga.

Bamsoet menilai perkembangan komunitas kepemilikan senjata api beladiri dan olahraga serta komunitas otomotif Indonesia dalam beberapa tahun terakhir sangat signifikan. Data PERBAKIN dan IMI menunjukkan jumlah klub dan komunitas yang terdaftar terus meningkat dengan ribuan event kejuaraan menembak dan event otomotif digelar setiap tahun di berbagai daerah.

Industri otomotif nasional sendiri pada 2025 mencatat penjualan kendaraan bermotor yang stabil di atas satu juta unit per tahun untuk roda empat dan lebih dari lima juta unit untuk roda dua, menunjukkan basis penggemar dan pengguna kendaraan yang sangat besar.

"Komunitas olahraga menembak dan otomotif memiliki modal sosial yang besar. Anggotanya tersebar dari kota hingga daerah, solid, terorganisir, dan memiliki jejaring luas. Jika energi ini diarahkan pada kegiatan positif, dampaknya luar biasa bagi masyarakat," ujar Bamsoet.

Bamsoet menambahkan komunitas olahraga menembak dan otomotif ke depan perlu terus memperkuat orientasi sosialnya agar keberadaannya semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Tradisi buka puasa bersama hendaknya dimaknai sebagai sarana refleksi, konsolidasi internal, sekaligus ruang memperluas kolaborasi lintas komunitas dan lintas sektor.

"Brotherhood dalam komunitas Kepemilikan senjata api, otomotif dan pencinta Cigar Nusantara adalah energi kebangsaan. Jika dirawat dengan konsisten menjadi kekuatan sosial yang membantu mempererat persatuan dan memperkuat karakter gotong royong bangsa," tutup Bamsoet.

Simak juga Jokowi: Perbedaan Adalah Kekayaan, Toleransi Pupuk Bagi Persatuan Bangsa

(akd/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |