Menlu Beber Isi Pertemuan Prabowo dan Macron, Dijadwalkan ke Prancis Lagi

3 hours ago 2

Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto akan kembali berkunjung ke Prancis. Namun belum diketahui pasti kapan dan agenda apa yang akan dilakukan dalam kunjungan selanjutnya.

Rencana itu disampaikan Menteri Luar Negari Sugiono dalam diskusi di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026). Sugiono awalnya menjelaskan hasil kunjungan Prabowo ke Prancis bertemu Presiden Emmanuel Macron, Selasa (14/4) lalu.

"Pertemuan tersebut dilakukan secara tertutup empat mata, namun beberapa poin yang bisa saya sampaikan pada kesempatan ini adalah bahwa tentu saja Presiden menyampaikan kepada Presiden Macron, menekankan kembali pentingnya memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis," kata Sugiono.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sugiono mengatakan kedua kepala negara sepakat meningkatkan kerja sama terutama di sektor pertahanan. Hal ini dinilai penting mengingat Indonesia selama ini memperoleh sejumlah alat utama sistem persenjataan dari Prancis sehingga diperlukan penguatan penguasaan teknologi alutsista tersebut.

"Yang kemudian diturunkan di dalam keinginan untuk bekerja sama di bidang pendidikan, khususnya di sektor STEM sehingga terjadi apa yang disebut satu kerja sama beyond procurement kita tidak hanya sebatas membeli saja, tetapi juga melakukan transfer teknologi dan penguasaan teknologi dari barang-barang yang kita beli," ujarnya.

Selain itu, pembicaraan kedua negara juga mencakup isu-isu global yang tengah menjadi perhatian, seperti energi dan pemanfaatan mineral kritis. Kerja sama juga dijajaki di sektor lain, antara lain pendidikan, ekonomi kreatif, hingga transportasi.

"Kemudian pembicaraan juga menyangkut tentu saja, karena ini dirasakan di seluruh dunia, mengenai energi, juga pemanfaatan mineral kritis, pendidikan, dan ekonomi kreatif, infrastruktur dan transportasi," ujarnya.

Sekjen Gerindra ini lantas mengungkap Prabowo akan kembali berkunjung ke Prancis. Namun tidak disebutkan rinci waktu pastinya.

"Dan juga rencana kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis yang akan dilakukan dalam waktu dekat," ujarnya.

Lebih lanjut, Sugiono menyampaikan bahwa kedekatan hubungan personal antara kedua kepala negara menjadi modal penting dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Prancis. Ia menilai relasi yang erat tersebut dapat mendorong percepatan kerja sama di berbagai bidang strategis.

"Dan seperti kita ketahui bersama bahwa hubungan pribadi antar kedua Presiden merupakan sesuatu yang sangat dekat, yang akan merupakan sebuah modal besar dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis," ujarnya.

(eva/gbr)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |