Kapolri Cerita Tolak Titipan Masuk Akpol, Tegaskan Integritas Polri

3 hours ago 4
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali menegaskan rekrutmen taruna Akademi Kepolisian (Akpol) dilakukan dengan transparan. Meski begitu, Jenderal Sigit menceritakan bahwa dirinya menerima pesan singkat melalui WhatsApp (WA) yang meminta bantuan agar calon tertentu diloloskan dalam seleksi Akpol.

Hal itu disampaikan Jenderal di acara Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakorwas) Kompolnas Tahun Anggaran 2026 di kawasan Ancol, Jakarta Utara. Dia menekankan Polri berkomitmen untuk pembenahan internal, salah satunya terkait rekrutmen Taruna Akpol.

"Saat ini kita terus melakukan perbaikan terhadap pengawasan rekrutmen Polri, khususnya Akpol," kata Jenderal Sigit, Rabu (10/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapolri menegaskan bahwa era 'titip-menitip' sudah berakhir. Dia memastikan tidak ada lagi kuota khusus dalam proses rekrutmen demi menjaga integritas reformasi Polri.

"Saya mohon maaf kepada rekan-rekan di sini, mohon maaf barangkali ada yang putra-putranya masuk Akpol, kami tidak bisa berbuat banyak untuk membantu karena memang sudah menjadi komitmen kita saat itu untuk tidak ada lagi kuota khusus dari Kapolri," tegas Jenderal Sigit.

Dia menyebut bahwa Asisten SDM Kapolri, Irjen Anwar menjadi salah satu orang paling pusing saat musim rekrutmen tiba. Hal ini dikarenakan pengumuman hasil seleksi saat ini bersifat final dan tidak bisa diubah-ubah lagi.

"Jadi tiap hari Pak Anwar ini selalu saya marahi, 'kok selalu masih ada yang WA saya minta supaya anaknya bisa diloloskan di tahap berikutnya, sementara Pak Anwar sudah mengumumkan'. Saya pikir jangan-jangan yang menyuruh anak buahnya Pak Anwar ini yang suruh WA saya," kelakar Jenderal Sigit.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam acara Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakorwas) Kompolnas Tahun Anggaran 2026 di kawasan Ancol, Jakut (Rumondang/detikcom)Kapolri menegaskan rekrutmen taruna Akademi Kepolisian (Akpol) dilakukan dengan transparan dan akuntabel (Rumondang/detikcom)

Mantan Kabareskrim ini mengungkapkan bahwa 'titipan' tersebut datang dari berbagai pihak, mulai dari pejabat hingga mantan pimpinan Polri. Namun, dia memilih untuk bersikap tegas dan menolak semua permintaan tersebut demi menjaga integritas institusi.

Jenderal Sigit mengaku lebih baik dimarahi pihak yang hendak menitip lulus Akpol daripada merusak sistem yang sedang dibangun Polri. Langkah ini diambil untuk membuktikan kepada publik bahwa institusi Polri serius dalam berbenah.

"Risikonya ya kita lebih baik dimarahi. Tapi mudah-mudahan ini yang kita lakukan bukan karena kita tidak ingin bantu, tapi ini bagian dari upaya kita untuk ingin menunjukkan bahwa institusi Polri saat ini sedang berbenah untuk menjadi lebih baik," tutur Sigit.

Komitmen Seleksi Akpol Transparan-Akuntabel

Diberitakan sebelumnya, As SDM Kapolri Irjen Anwar menegaskan bahwa rekrutmen Apol berjalan secara profesional dengan mengedepankan prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis (BETAH). Seluruh peserta dipastikan memiliki peluang yang sama tanpa adanya keistimewaan.

"Yang selalu saya sampaikan dan saya ulangi kembali, bahwa rekrutmen ini menggunakan prinsip BETAH, yaitu bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Semua peserta memiliki kesempatan yang sama," kata Irjen Anwar melalui keterangannya, Senin (8/6).

Anwar menjelaskan saat ini tahapan seleksi telah memasuki pemeriksaan kesehatan tahap II (Rikkes II) yang berlangsung pada 5-6 Juni 2026. Sebanyak 513 peserta yang terdiri dari 468 pria dan 45 wanita dinyatakan lulus menuju tahap tersebut.

Dia juga menekankan bahwa tahun ini Polri hanya membuka satu pintu masuk, yaitu melalui jalur reguler nasional. Sistem gugur diberlakukan secara ketat di setiap tahapan seleksi.

"Tidak ada yang namanya kuota khusus, jalur prestasi, jalur titipan, perlakuan istimewa ataupun kuota tambahan. Kelima hal tersebut saya sampaikan tidak ada," ujar Anwar.

Anwar memastikan Polri berkomitmen dalam proses seleksi terbebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Karena itu, pengawasan ketat dilakukan baik dari internal maupun pihak eksternal.

"Akpol Tahun Anggaran 2026 hanya melalui satu jalur yaitu jalur reguler nasional. Tidak ada jalur lain atau kuota lainnya seperti kuota khusus, kuota Mabes, maupun kuota tambahan lainnya," tegasnya.

Simak juga Video 'Pengacara Korban Ungkap Awal Mula Adly Fairuz Terseret Dugaan Penipuan Catut Akpol':

(ond/jbr)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |