Menbud Perkuat Diplomasi Budaya Indonesia-Tunisia Lewat Kolaborasi Film

3 hours ago 2

Jakarta -

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon melakukan pertemuan bersama Duta Besar Tunisia untuk Indonesia, Mohamed Trabelsi, beserta delegasi produksi film Tunisia di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas kolaborasi perfilman, pertukaran pelaku seni dan budaya, serta pengembangan kerja sama kreatif sebagai bagian dari diplomasi budaya kedua negara.

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah produksi film dokumenter kolaborasi Indonesia-Tunisia yang mengangkat perjalanan seorang pelukis Tunisia yang lahir dan memiliki keterikatan sejarah dengan Indonesia. Film yang juga digarao bersama Produksi Film Negara (PFN) dan TVRI tersebut akan menelusuri hubungan historis kedua negara serta semangat Bandung Spirit, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia dan Tunisia kepada masyarakat kedua negara.

Fadli menilai film memiliki potensi strategis sebagai medium diplomasi budaya. Menurutnya, kebudayaan tidak hanya memperkenalkan identitas suatu bangsa, tetapi juga membuka ruang perjumpaan dan pemahaman antarmasyarakat yang dapat memperkuat hubungan bilateral.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Budaya adalah jembatan untuk diplomasi dan merupakan bagian dari soft power. Karena itu, kami terus mengembangkan diplomasi budaya melalui berbagai platform pertemuan, konferensi, dan kegiatan internasional. Kami berharap melalui kebudayaan, hubungan people-to-people antara Indonesia dan Tunisia dapat semakin kuat," ungkap Fadli dalam keterangannya, Kamis (30/7/2026).

Pertemuan tersebut juga membahas rencana kerja sama perfilman Indonesia-Tunisia agar tidak berhenti pada produksi film dokumenter, tetapi berlanjut ke proyek film bersama. Kementerian Kebudayaan memiliki sejumlah skema dukungan yang dapat menjadi ruang kolaborasi, termasuk endowment fund dan matching fund.

Dukungan tersebut juga dapat diperluas melalui kolaborasi musisi Indonesia dan Tunisia untuk penguatan unsur musik dalam film, pertukaran sineas, serta partisipasi dalam festival film. Kementerian Kebudayaan membuka peluang bagi film maupun sineas Tunisia untuk hadir dalam berbagai platform perfilman di Indonesia, termasuk Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), sebagai bagian dari upaya memperluas pertukaran pengetahuan, kreativitas, dan karya antara kedua negara.

Sementara itu, Duta Besar Tunisia untuk Indonesia, Mohamed Trabelsi, mengapresiasi dukungan Fadli terhadap proyek film dokumenter yang tengah dikembangkan bersama. Menurutnya, produksi tersebut memiliki arti penting karena menjadi langkah awal bagi kerja sama produksi film kedua negara sekaligus membuka peluang kolaborasi lebih luas di masa mendatang.

"Ini merupakan pertama kalinya ada produksi bersama yang bersifat historis antara Indonesia dan Tunisia, dan bagi kami hal ini sangat penting. Kami berharap dokumenter ini dapat membuka lebih banyak perspektif dan pemahaman mengenai kedua negara, sekaligus memperkuat hubungan di antara masyarakat Indonesia dan Tunisia," ucap Trabelsi.

Melalui film, masyarakat kedua negara diharapkan dapat mengenal lebih dekat sejarah, kebudayaan, serta berbagai persinggungan yang telah menjadi bagian dari hubungan Indonesia-Tunisia. Kolaborasi Indonesia-Tunisia juga diharapkan menjadi pijakan bagi pengembangan kerja sama kreatif yang berkelanjutan sekaligus memperkuat hubungan people-to-people kedua negara.

Sebagai informasi, hadir dalam kesempatan tersebut, Director of Production, Representing Tunisian TV, Moez Khadraoui; Scriptwriter and Journalist, Sofienne Ben Farhat; Producer and Director of Etoiles Filantes Prod, Habib Mestiri; serta Secretary of Foreign Affairs at Embassy of Tunisia, Souleima Sessi. Turut mendampingi Menteri Kebudayaan, di antaranya Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Industri Budaya, Anindita Kusuma Listya; Direktur Film, Musik, dan Seni, Irini Dewi Wanti; serta Direktur Diplomasi, Raden Usman Effendi.

Saksikan Live DetikPagi :

(ega/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |