Fadli Zon Kenang Pelukis Nasirun: Penuh Dedikasi, Tak Pernah Mengeluh

4 hours ago 1

Jakarta -

Menteri Kebudayaan Fadli Zon membuka Pameran Nasirun bertajuk 'Bersimpuh di Kaki Para Guru' di Galeri Nasional Indonesia. Dia mengenang almarhum Nasirun sebagai seniman yang selalu ceria, pantang mengeluh dan memiliki dedikasi bagi dunia seni rupa Indonesia.

Fadli Zon menyenut pameran ini digelar sebagai bentuk penghormatan bagi sang maestro yang telah berpulang. Pameran ini juga mewujudkan impian Nasirun semasa hidup untuk menggelar pameran berdampingan dengan karya para gurunya.

"Seorang Nasirun itu adalah orang yang tidak pernah mengeluh, orang yang selalu tertawa. Dalam keadaan susah pun kelihatannya selalu tertawa," kata Fadli Zon di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (12/9/2026) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengaku telah mengenal Nasirun sejak belasan tahun silam. Menurutnya, pintu rumah almarhum Nasirun di Yogyakarta selalu terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin bersilaturahmi. Fadli Zon bahkan kerap bertamu hingga dini hari hanya untuk berdiskusi santai dengan Nasirun.

"Bahkan rumahnya pun kadang-kadang terbuka sampai tengah malam," ucap Fadli Zon.

"Saya termasuk salah seorang tamu yang datang bisa jam 11 malam sampai jam 2 pagi, jam 3 pagi, untuk berdialog, bercengkerama, dan tertawa bersama Nasirun. Ini merupakan satu hal yang bagi saya secara pribadi meninggalkan kesan yang mendalam," tambahnya.

Menurut Fadli, salah satu keistimewaan Nasirun adalah rasa hormatnya yang luar biasa terhadap para pendahulu. Nasirun bahkan membangun museum khusus tepat di seberang rumahnya untuk mengoleksi karya-karya para maestro seni rupa yang dianggapnya sebagai guru.

"Karya-karya itu setiap kali saya datang, belasan kali sudah saya datang ke museum beliau, selalu saja ada yang bertambah," ujarnya.

Politisi Partai Gerindra ini menyebut pameran di Galeri Nasional menjadi dialog estetik antara karya Nasirun dengan para gurunya. Karya Nasirun, kata dia, selalu membawa tradisi, budaya, spiritualitas dan juga realitas kehidupan sehari-hari.

"Karena ini merupakan satu conversation antara Nasirun dengan guru-gurunya. Jadi ada karya-karya Mas Nasirun, ada karya-karya guru-guru beliau," kata Fadli Zon.

"Mas Nasirun ini adalah seorang yang sangat kreatif, selalu ada gagasan-gagasan baru, ide-ide baru dan kemudian mencurahkannya di dalam ekspresi-ekspresi budaya itu," sambungnya.

Tak hanya berkarya, Nasirun juga dikenang karena kesediannya dalam menularkan ilmu kepada para seniman muda. Fadli Zon menyebut bahwa Nasirun sempat menjadi pengajar dalam program 'Belajar Bersama Maestro' di Kementerian Kebudayaan.

"Beliau orang yang sangat dedicated untuk membagikan pengalamannya, ilmunya kepada generasi muda. Ada 10 orang siswa terpilih audisi yang tinggal dan belajar bersama Nasirun hingga melahirkan karya-karya yang penuh kedalaman. Mudah-mudahan akan tumbuh Nasirun-Nasirun baru," harap Fadli Zon.

Acara pembukaan pameran itu turut dihadiri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo; sastrawan sekaligus kiai, KH. D. Zawawi Imron; keluarga mendiang Nasirun serta jajaran kurator dan pejabat Kementerian Kebudayaan.

"Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih. Pak Kapolri khususnya nih, jarang-jarang Pak Kapolri ini hadir untuk melihat sebuah pameran seni rupa. Mudah-mudahan ke depan semakin sering," imbuhnya.

Kemudian, dia berbicara tentang amanat konstitusi Pasal 32 UUD 1945 terkait kewajiban negara memajukan kebudayaan nasional. Fadli Zon menyebut memajukan kebudayaan nasional Indonesia adalah tugas bersama.

"Memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia adalah tugas kita bersama," pungkasnya.

(ond/fas)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |