KTT BRICS 2026 Hasilkan Deklarasi New Delhi, Dorong Komitmen Jadi Hasil Nyata

7 hours ago 4

Jakarta -

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS 2026 menghasilkan Deklarasi New Delhi yang disepakati bersama oleh negara-negara anggota BRICS. Deklarasi ini merupakan arah bersama untuk menerjemahkan berbagai komitmen ke dalam langkah dan hasil yang nyata.

Adapun deklarasi diadopsi dalam KTT BRICS 2026 yang digelar di Bharat Mandapam, New Delhi, Republik India, Sabtu (12/9/2026). Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi menyampaikan bahwa pada sesi pertemuan terbatas KTT BRICS 2026 ini telah berlangsung secara bermakna dan konstruktif dengan berbagai realitas dunia dipaparkan secara jelas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PM Modi menyebut perubahan dunia membutuhkan pembaruan terhadap institusi-institusi global, terutama dalam aspek representasi, daya tanggap, serta aturan keterlibatan.

"Kita harus bekerja melalui kemitraan dan aksi kolektif untuk menjembatani kesenjangan antara komitmen dan hasil. 'Deklarasi New Delhi' yang diadopsi hari ini memberikan arah yang jelas bagi tekad bersama kita. Kini menjadi tanggung jawab kita untuk menerjemahkan komitmen-komitmen ini menjadi hasil yang nyata," ujar PM Modi, dikutip keterangan Biro Sekretariat Presiden.

Presiden Prabowo hadiri KTT ke-18 BRICS 2026 di India, Sabtu (12/9/2026).Deklarasi New Delhi di KTT ke-18 BRICS 2026 di India, Sabtu (12/9/2026). (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kekuatan kolektif BRICS untuk memastikan berbagai komitmen bersama dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Prabowo menilai kekuatan tersebut tidak boleh berhenti di atas kertas saja, tetapi harus diterjemahkan menjadi peluang bagi masyarakat serta memperkuat suara Global South dalam menentukan masa depannya.

"Inilah jenis kekuatan kolektif yang kita butuhkan. Kekuatan yang tidak berhenti di atas kertas, tetapi diterjemahkan menjadi peluang bagi masyarakat kita. Kekuatan yang memungkinkan Global South memiliki suara yang lebih besar dalam membentuk masa depannya sendiri," ujar Prabowo.

Prabowo menambahkan bahwa kekuatan kolektif yang dimiliki BRICS juga harus digunakan untuk membangun tatanan internasional yang lebih adil dan setara. Menurut Prabowo, kerja sama negara-negara BRICS dapat menjadi kekuatan untuk memastikan suara dan kepentingan negara-negara Global South semakin diperhitungkan dalam tata kelola global.

"Kekuatan yang sama juga harus digunakan untuk membangun tatanan internasional yang lebih adil dan setara. Bersama-sama, kita dapat membuat kekuatan kita diperhitungkan," imbuhnya.

(eva/idh)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |