Jakarta -
Video lansia tengah sakit dibawa menggunakan truk lalu ditandu memakai amben bambu oleh warga di Desa Curahmojo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, viral di media sosial. Belakangan terungkap, lansia bernama Doso (69) itu mengalami cedera setelah sempat hilang selama sekitar 28 jam.
Dilansir detikJatim, Kamis (30/7/2026), sulitnya proses evakuasi pun memunculkan keluhan warga karena desa belum memiliki mobil siaga maupun ambulans desa. Tak hanya persoalan ketiadaan mobil siaga, warga juga menyoroti akses jalan antardesa yang telah terputus sekitar 10 tahun sehingga kendaraan harus memutar hingga 5 kilometer untuk membawa warga yang sakit. Di sisi lain, pemerintah desa mengaku belum mengadakan mobil siaga karena lebih memprioritaskan pembangunan infrastruktur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Doso diketahui meninggalkan rumah tanpa pamit pada Minggu (26/7) sekitar pukul 12.00 WIB. Menurut menantunya, Muhaimin (32), lansia yang telah pikun itu diduga berjalan hingga ke kawasan tambang sirtu di persawahan Dusun Dlopo.
"Bapak memang sudah pikun. Hilangnya sekitar 28 jam," kata Muhaimin kepada wartawan di rumah mertuanya.
Selama hampir satu setengah hari, keberadaan Doso tidak diketahui keluarga. Ia diduga terjatuh ke kubangan tambang hingga akhirnya ditemukan warga pada Senin (27/7) sore dalam kondisi lemas akibat dehidrasi dan mengeluhkan nyeri di bagian pinggang.
Karena tidak tersedia ambulans maupun mobil siaga desa, warga mengevakuasi Doso menggunakan balai-balai bambu dari lokasi penemuan menuju jalan desa. Selanjutnya, ia diangkut menggunakan truk milik tetangganya agar bisa segera dibawa pulang.
Kepala Desa Curahmojo Sutrisno mengakui desanya memang belum memiliki mobil siaga maupun ambulans desa. Selama ini, kata dia, warga biasanya memanfaatkan kendaraan pribadi untuk membawa orang sakit.
Baca berita selengkapnya di sini.
(whn/yld)


















































