Saat Kursi Wapres Jadi Ujian Soliditas Koalisi di 2029

2 hours ago 7

Jakarta -

Dukungan dini kepada Presiden Prabowo untuk melanjutkan kekuasaannya dengan maju di Pilpres 2029 nanti masih hangat dibicarakan. Masalahnya, pihak-pihak yang mendukung Prabowo 2 periode ini tidak otomatis mengusung Gibran Rakabuming Raka untuk kembali mendampingi Prabowo.

Partai Amanat Nasional (PAN), yang terang-terangan mendorong Prabowo 2 periode juga secara gamblang menyebut jika suara mereka pada 2029 nanti belum tentu untuk Gibran. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno. Mengutip detikcom, ia memastikan PAN akan kembali mendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2029.

"Saya kira Pak Zulkifli Hasan, ketua umum saya, pun dari awal sudah mengatakan bahwa PAN itu tidak ada urusan untuk permasalahan siapa yang akan kita dukung nanti di pilpres yang akan datang. Kita sudah tiga kali mendukung Bapak Presiden Prabowo, satu-satunya partai loh di luar Gerindra, yang konsisten mendukung Bapak Prabowo tiga kali dalam tiga pilpres," kata Eddy kepada wartawan di DPR RI, Jakarta, Kamis (5/2).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia kemudian menyebut soal potensi setiap partai untuk mendorong kader-kader mereka untuk maju dalam pilpres akibat perubahan aturan soal ambang batas pencalonan presiden. Dalam hal ini, Eddy justru mendorong Zulhas yang mendampingi Prabowo karena parpol memiliki kesempatan mengajukan kadernya.

"Gini, bagi saya, bagi saya, saya adalah partai politik dan apalagi partai politik itu sekarang memiliki kesempatan untuk bisa mengajukan kader-kadernya dengan tidak ada presidential threshold, tentu saya mendukung Pak Zulhas. Kalau ditanyakan hari ini, saya dukung Pak Zulhas mendampingi Pak Prabowo di tahun 2029, tentu," ujar dia.

Tidak jauh berbeda dengan PAN, PKB yang juga bagian dari KIM Plus menyampaikan sikap dukungan mereka terhadap Prabowo untuk maju di Pilpres 2029 tapi tidak bersama Gibran. Hal ini diungkapkan oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Bali, Ahmad Iman Sukri. Ia juga menyebut jika Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin layak menjadi calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Prabowo Subianto di periode kedua.

"Soal wakil presiden terserah Pak Prabowo, tapi kalau ditanya kepada PKB siapa, ya kami berharap bisa cawapresnya ketum kami Gus Muhaimin," ujar Iman dikutip dari detikBali, Sabtu (7/2/2026).

Di lain pihak, Pengamat Politik sekaligus Direktur Utama Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio tidak menampik jika kemenangan Prabowo pada 2024 didukung oleh salah satu faktor besar yaitu Gibran. Sebagai representasi Jokowi, Mantan Wali Kota Solo itu dapat meraup simpati masyarakat.

Namun, situasi saat ini dilihat berbeda oleh Hendri Satrio. Menurutnya, posisi Prabowo sekarang sedang di atas angin. Ia menilai masyarakat puas dengan kinerja dan arah program Presiden RI ke-8 tersebut.

"Kalau tanpa Jokowi, mungkin Prabowo tidak akan menang di 2024. Tapi sekarang situasinya berbeda. Prabowo kuat sekali sekarang. Bahkan dia berhasil merangkul semua lawan politiknya kan," ujar Hendri dalam program detikSore, Senin (9/2/2026).

"Saat ini Pak Prabowo kuat sekali. Dicintai rakyat, disukai rakyat program-programnya," lanjut dia.

Lalu dengan kondisi seperti ini, apa yang harus dilakukan Gibran? Apakah ia harus bersiap menciptakan kendaraan politik bagi dirinya sendiri? Di lain pihak, sikap parpol pendukung Prabowo yang ingin mengusung ketum mereka masing-masing apakah akan menjadi percikan bencana bagi koalisi? Simak diskusinya bersama Analis Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno dalam Editorial Review.


Membahas berita daerah, detikSore akan mengulas peristiwa kemarahan wali murid SD Jelbuk 02 Jember Jawa Timur. Kemarahan ini dipicu oleh aksi seorang guru yang menelanjangi puluhan siswa karena kehilangan uang senilai 75 ribu rupiah.

Mengutip detikJatim pada Rabu (11/2/2026), kasus ini berawal ketika pelaku kehilangan uang Rp 75 ribu. Pada hari sebelumnya dia juga mengaku kehilangan uang Rp 200 ribu. Kemudian, guru itu menggeledah tas 22 siswanya. Karena tidak kunjung ditemukan di tas, dia menelanjangi siswanya.

Bagaimana kelanjutan kasus ini? Apa sanksi yang diberikan kepada pelaku? Simak laporan langsung Jurnalis detikJatim selengkapnya.

Sunsetalk kali ini detiksore menghadirkan Nicholas Hilman, seorang praktisi keuangan dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di industri perbankan dan pengelolaan dana. Dirinya hadir untuk membagikan ilmu seputar perbedaan pasar global dan Indonesia, kondisi ekonomi terkini, serta alasan volatilitas pasar domestik tidak selalu berarti krisis.

Mengapa strategi investasi global tidak selalu cocok di Indonesia? Apa saja yang perlu diperhatikan dalam membaca arah ekonomi global? Tangkap ilmunya pada penghujung sore nanti!

Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Jangan ketinggalan untuk mengikuti analisis pergerakan pasar saham jelang penutupan IHSG di awal acara. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.


"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"

(vys/gub)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |