HUT Ke-22 Tagana, Mensos Ingatkan Harus Selalu Siaga di Setiap Bencana

3 hours ago 2

Jakarta -

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menggelar apel hari ulang tahun (HUT) ke-22 Tagana. Dia berpesan Tagana wajib selalu siaga di setiap bencana.

Dalam apel ini, Tagana menampilkan simulasi vertical rescue. Mereka melakukan simulasi penyelamatan di dari atas gedung dengan tangga dan tali.

Tagana juga menampilkan kecepatan membangun tenda darurat untuk wilayah bencana. Selama 15 menit, Tagana membangun tenda tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Profesional dan terlatih, tingkatkan kapasitas evakuasi, logistik, dapur umum, dan dukungan psikososial. Latihan bukan formalitas, latihan adalah
kesiapan nyata di lapangan. Karena di medan bencana yang kita hadapi bukan simulasi, tetapi nyawa manusia," kata Gus Ipul di hadapan relawan Tagana di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026).

Gus Ipul menyebut, hal itu selaras dengan pesan Presiden Prabowo Subianto yang meminta negara selalu hadir untuk rakyat. Sehingga, katanya, Tagana harus selalu ada ketika bencana terjadi.

"Saya ingin menegaskan satu hal. Sejalan dengan arahan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto, bahwa Tagana harus selalu ada di setiap bencana. Ini bukan sekadar kalimat, ini adalah rekam jejak. Ini adalah bukti nyata bahwa negara tidak pernah absen untuk rakyatnya," jelasnya.

Selanjutnya, Gus Ipul berpesan seluruh relawan Tagana harus siaga tanpa kompromi. Mereka diminta untuk hadir tepat waktu setelah bencana terjadi.

"Saat bencana terjadi, Tagana harus menjadi yang pertama hadir. Tidak boleh ada keterlambatan, tidak boleh ada keraguan," tegasnya.

Kemudian, dia meminta Tagana solid dan terintegrasi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan TNI, Polri, BNPB, dan semua pihak pemangku kepentingan.

"Ingat, ingat sekali lagi, ingat, bencana harus ditanggulangi dengan gotong royong. Keempat, berbasis data dan sistem. Ke depan, respons bencana tidak cukup dengan cepat saja. Di samping cepat, harus juga tepat. Gunakan data, gunakan sistem. Gunakan DTKS untuk memastikan bantuan tepat sasaran karena setiap bantuan yang salah sasaran, ada hak orang lain yang tertunda," ungkapnya.

Selain itu dia meminta Tagana berintegritas dan tak ada penyimpangan. Gus Ipul tak ingin ada penyalahgunaan bantuan.

"Integritas tanpa tawar. Saya tegaskan, tidak boleh ada penyimpangan. Tidak boleh ada penyalahgunaan bantuan. Bantuan bencana adalah amanah kemanusiaan. Tidak ada ruang kompromi dalam amanah kemanusiaan," kata dia.

(tsy/whn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |