Kapolri Dorong Buruh dan Pengusaha Jaga Soliditas, Minta Utamakan Ruang Dialog

6 hours ago 3

Surabaya -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendorong buruh dan pengusaha untuk tetap menjaga soliditas. Jenderal Sigit mengatakan hubungan kondusif keduanya akan memengaruhi iklim usaha di Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Kapolri saat menghadiri peresmian gedung DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN Jawa Timur di Surabaya, Jumat (21/8/2026). Kapolri mengatakan buruh dan pengusaha memiliki posisi yang sama-sama penting dalam perekonomian Tanah Air.

Kapolri juga menyinggung perkembangan teknologi, otomatisasi, robotika, artificial intelligence, hingga Internet of Things yang saat ini telah mengubah cara industri bekerja sekaligus karakter pekerjaan. Dia berharap para pekerja perlu terus beradaptasi dan memperkuat keterampilan agar mampu menjawab kebutuhan dunia kerja ke depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita harus mampu beradaptasi, meningkatkan kompetensi, memperkuat keterampilan, dan mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan dunia kerja masa depan," kata Kapolri.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (dok.Polri)Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Acara DPD KSPSI AGN Jatim (Dok. Polri)

Jenderal Sigit mengatakan buruh memiliki posisi penting dalam perekonomian nasional. Pertumbuhan ekonomi Indonesia, menurut dia, tidak terlepas dari kontribusi para pekerja yang setiap hari menggerakkan roda produksi, industri, perdagangan, dan perekonomian.

Di sisi lain, Kapolri menilai perjuangan meningkatkan kesejahteraan pekerja perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga keberlangsungan dunia usaha serta daya saing Indonesia.

Kapolri turut menyoroti komunikasi yang telah terbangun antara serikat pekerja dan kalangan pengusaha, termasuk Apindo, dalam membahas berbagai persoalan ketenagakerjaan. Ia menilai ruang dialog tersebut merupakan perkembangan positif karena pekerja dan pengusaha dapat duduk bersama untuk mencari titik temu.

"Ini merupakan sebuah permulaan yang baik," ujar Kapolri.

Menurut Kapolri, kesepakatan yang dihasilkan melalui dialog bersama dapat menjadi fondasi untuk membangun hubungan industrial yang semakin baik.

"Mudah-mudahan ini menjadi angin baru dalam hubungan industrial di Indonesia," tambahnya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (dok.Polri)Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Acara DPD KSPSI AGN Jatim (Dok. Polri)

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga menyoroti peran Desk Ketenagakerjaan Polri dalam membantu penyelesaian berbagai persoalan pekerja. Sejak 2025 hingga saat ini, Desk Ketenagakerjaan Polri telah menangani 324 perkara hubungan industrial, termasuk perkara yang melibatkan 1.062 buruh KSPSI AGN. Selain itu, 4.505 pekerja terdampak PHK telah difasilitasi agar dapat kembali bekerja di sejumlah perusahaan.

Kapolri menekankan penyelesaian berbagai persoalan ketenagakerjaan harus mengedepankan komunikasi yang terbuka dan mekanisme yang jelas.

"Mari kita selesaikan persoalan melalui dialog. Mari kita jaga hubungan industrial agar tetap kondusif, karena pada akhirnya kesejahteraan pekerja, keberlangsungan dunia usaha, dan kemajuan ekonomi nasional merupakan kepentingan kita bersama," pungkas Kapolri.

(ygs/hri)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |