Andrea Rosiade: Prabowo Siapkan Rp 220 M Bangun Kembali Batu Busuk Pascabencana

4 hours ago 4

Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto kembali mewujudkan kepeduliannya lewat upaya pemulihan Sumatra Barat (Sumbar) pascabencana galodo. Prabowo akan menyiapkan Rp 220 miliar untuk membangun kembali kawasan Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang, untuk penanganan permanen kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Kuranji.

Kepastian tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade saat meninjau kawasan terdampak bersama Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang Reski Wahyudi, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar Elsa Putra Friandi dan Kepala Balai Cipta Karya Sumbar Maria Doeini Isa, Jumat (21/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Andre menegaskan, pembangunan kembali Batu Busuk merupakan bagian dari komitmen pemerintah Presiden Prabowo untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi Sumatera Barat setelah bencana besar November 2025.

"Untuk Batu Busuk Rp220 miliar. Proses lelang sekarang berjalan. Oktober sudah ada pemenang lelang, dan November mulai kerja," kata Andre dalam keterangannya.

Menurut Andre, pekerjaan di Batu Busuk akan menjadi bagian dari penanganan permanen di kawasan hulu DAS Kuranji. Pemerintah tidak hanya membangun pengendali sedimen, tetapi juga melakukan penanganan sungai secara menyeluruh untuk mengurangi risiko banjir dan galodo susulan.

Andre memastikan pembangunan di Batu Busuk ditargetkan mulai November 2026. Penanganan tersebut berjalan beriringan dengan pekerjaan di Gunung Nago yang juga berada dalam satu kawasan DAS Kuranji.

"Jadi bukan hanya Gunung Nago yang diselesaikan November 2026. Di Kuranji ini, di hulunya, Batu Busuk juga akan diselesaikan. Pemerintah Presiden Prabowo tidak tidur," imbuh Andre.

Andre menilai percepatan penanganan pascabencana kali ini jauh lebih cepat dibandingkan pengalaman penanganan bencana besar sebelumnya. Ia menyebut bencana 2012 baru mendapatkan penanganan permanen pada 2017, atau sekitar lima tahun setelah bencana.

Sementara bencana November 2025 disebut memiliki skala sekitar lima kali lebih besar dibandingkan bencana 2012. Namun, pemerintah Presiden Prabowo telah menyiapkan penanganan permanen pada 2026, hanya sekitar 11 bulan setelah bencana.

"Bencana November 2025 lima kali lebih besar dibandingkan 2012. Tetapi penanganan permanennya Oktober 2026. Dalam 11 bulan sudah bisa dilakukan penanganan permanen," kata Andre.

Andre mengatakan anggaran Rp 220 miliar untuk Batu Busuk dan Rp 175 miliar untuk Gunung Nago merupakan bagian dari dukungan besar pemerintah pusat terhadap pemulihan Sumatera Barat. Secara keseluruhan, pemerintah Presiden Prabowo menyiapkan sekitar Rp19 triliun dana rehabilitasi dan rekonstruksi untuk Sumatera Barat yang dicairkan secara bertahap.

"Ini sengaja kita datang hari ini untuk menjelaskan, inilah komitmen Presiden Prabowo," ujarnya.

Dalam dialog dengan masyarakat, sejumlah warga menyampaikan kekhawatiran karena hujan deras selama beberapa jam saja masih membuat mereka cemas. Mereka meminta agar titik-titik yang dinilai paling rawan dapat diprioritaskan.

Andre menjelaskan bahwa pembangunan di Batu Busuk tidak hanya bertujuan memperbaiki dampak bencana yang sudah terjadi, tetapi juga mencegah bencana serupa di masa mendatang."Anggaran ini bukan hanya untuk membangun check dam, bukan hanya membangun sungai. Ada normalisasi, ada pengerukan, ada penguatan tebing kiri-kanan," katanya.

Andre menambahkan, pembangunan infrastruktur di kawasan hulu harus diikuti dengan pemulihan lingkungan. Karena itu, Andre telah berkoordinasi dengan Pemko Padang untuk melakukan penanaman kembali pohon di kawasan hulu DAS Kuranji.

Andre juga menyebut telah berkoordinasi dengan Kepala BP BUMN dan CEO Danantara Muliaman Hadad untuk menyiapkan anggaran TJSL BUMN yang dapat digunakan mendukung penghijauan di kawasan hulu. "Saya sudah siapkan anggaran untuk menanam pohon di atas, di hulu. Yang botak-botak akibat pembalakan liar kita tanami kembali. Jadi pekerjaannya komprehensif dan menyeluruh," ujar Ketua DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.

(maa/idn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |