IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli untuk Gerakkan Pemulihan Bencana

3 hours ago 1

Jakarta -

Ikatan Alumni (IKA) Trisakti menghadirkan Trisakti Peduli sebagai gerakan kemanusiaan yang mengoptimalkan jejaring dan kompetensi alumni lintas bidang untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana, terutama dalam mempercepat kebangkitan ekonomi daerah.

Di bawah kepemimpinan Ketua Umum (Ketum) IKA Trisakti Maman Abdurrahman, gerakan ini dirancang tidak sekadar sebagai gerakan penggalangan bantuan, tetapi menjadi wadah kolaborasi yang mengintegrasikan berbagai keahlian alumni untuk mendukung proses pemulihan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah terdampak bencana.

Gerakan tersebut menjadi respons IKA Trisakti terhadap berbagai bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia sekaligus upaya membangun pola penanganan pascabencana yang lebih terarah dan berkelanjutan. Maman mengatakan Trisakti Peduli merupakan bentuk kontribusi alumni dalam menjawab berbagai persoalan nasional dengan memanfaatkan jejaring, pengalaman, dan keahlian yang dimiliki.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Trisakti Peduli tidak hanya tentang memberikan sumbangan. Kami ingin mengoptimalkan dan memanfaatkan seluruh potensi alumni yang ada," ujar Maman, dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/9/2026).

"Kami memiliki alumni kedokteran, kedokteran gigi, hukum, teknik sipil, arsitektur, transportasi dan logistik, ekonomi dan bisnis, serta berbagai kompetensi lainnya yang dapat dikontribusikan untuk membantu proses pemulihan di daerah bencana," sambungnya.

Menurut Maman, potensi tersebut akan diterjemahkan ke dalam program pemulihan yang disusun berdasarkan kebutuhan dan karakteristik setiap wilayah terdampak. Dengan demikian, dukungan yang diberikan diharapkan tidak bersifat seragam, tetapi menjawab persoalan konkret yang dihadapi masyarakat setelah bencana.

"Dalam program Trisakti Peduli, seluruh ikatan alumni akan menyiapkan blueprint perencanaan recovery economy. Pelaksanaannya akan dikawal dan dimitigasi, termasuk melalui pendampingan langsung dari alumni Trisakti sesuai dengan kompetensi masing-masing," kata Maman.

"Misalnya, untuk program kewirausahaan dan pengembangan usaha, alumni dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis dapat ikut memberikan pendampingan," sambungnya.

Maman menjelaskan pendekatan berbasis kompetensi tersebut diharapkan membuat kontribusi alumni lebih terarah sekaligus memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat. Pendampingan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pada masa tanggap bencana, tetapi juga membantu masyarakat kembali membangun kehidupan dan kegiatan ekonominya.

Sejumlah wilayah menjadi fokus awal Trisakti Peduli. Di Nusa Tenggara Timur (NTT), dukungan diarahkan pada pemulihan infrastruktur dasar, akses air bersih, dan pemulihan sosial. Sementara di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut), program difokuskan pada pemulihan masyarakat hingga akses ekonomi pascabanjir bandang serta tanah longsor.

Di Kalimantan, dukungan diarahkan pada pemulihan kesehatan masyarakat dan lingkungan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sementara di Jawa Barat (Jabar), Trisakti Peduli akan memberikan dukungan terhadap pemulihan permukiman dan masyarakat terdampak gempa. Adapun di Jawa Timur (Jatim), program diarahkan pada pemulihan ekonomi lokal dan sarana publik bagi masyarakat terdampak erupsi Gunung Semeru.

Trisakti Peduli juga membuka kemungkinan menjangkau wilayah bencana lainnya berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan di lapangan. Program di setiap daerah akan disusun berdasarkan pemetaan kebutuhan (needs assessment), sehingga bentuk intervensi dapat disesuaikan dengan kondisi masyarakat.

Dukungan dapat mencakup pemulihan ekonomi masyarakat, pendampingan usaha hingga Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), pelayanan kesehatan, pendidikan, pembangunan dan pemulihan infrastruktur, layanan teknis, serta bentuk bantuan lain sesuai kebutuhan daerah.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat proses pemulihan pascabencana karena masyarakat tidak hanya menerima bantuan dalam jangka pendek, tetapi juga memperoleh pendampingan untuk kembali menjalankan kegiatan produktif dan membangun kemandirian ekonomi.

Maman mengatakan Trisakti Peduli merupakan langkah awal untuk memperkuat keterlibatan alumni dalam menjawab berbagai persoalan nasional sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong secara berkelanjutan.

"Kami ingin Trisakti Peduli menjadi gerakan bersama seluruh alumni Trisakti untuk memberikan sumbangsih pikiran, tenaga, keahlian, dan berbagai program nyata. Dengan kekuatan yang kita miliki, kita ingin ikut meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung percepatan pemulihan dan pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah yang terdampak bencana," kata Maman.

Sebagai bagian dari Trisakti Peduli, IKA Trisakti juga akan menggelar Trisakti Run For Charity yang melibatkan alumni, komunitas pelari, dunia usaha, serta masyarakat umum untuk berpartisipasi dalam gerakan kemanusiaan.

Ketua Panitia Trisakti Run For Charity Mohammad Mirdal Akib mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu pintu untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam mendukung pemulihan pascabencana.

"Trisakti Run For Charity adalah wujud nyata bahwa kita berlari membawa harapan bagi mereka yang sedang berjuang untuk bangkit. Dana yang terhimpun melalui pendaftaran dan donasi akan dialokasikan untuk mendukung kebutuhan pemulihan masyarakat terdampak bencana secara transparan," kata Mirdal.

Melalui Trisakti Run For Charity, IKA Trisakti mengajak masyarakat mengubah semangat olahraga menjadi aksi solidaritas. Seluruh hasil kegiatan tersebut akan dikontribusikan untuk mendukung berbagai program pemulihan di wilayah yang menjadi fokus Trisakti Peduli.

Melalui Trisakti Peduli, IKA Trisakti mengajak alumni, masyarakat, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat semangat gotong royong dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana serta membangun kembali kehidupan sosial serta ekonominya secara berkelanjutan.

(akn/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |