Andre Rosiade: Prabowo Bangun Jalan di Sawahlunto Rp 26 M dengan IJD

3 hours ago 3

Jakarta -

Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran Rp 26,8 miliar untuk pembangunan Jalan Lubuk Pinang-Perumnas Talimato di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Pembangunan jalan sepanjang 3,6 kilometer itu masuk program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) untuk pelaksanaan multiyears contract (MYC) 2026-2027.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menyampaikan pembangunan tersebut merupakan bagian dari dukungan Presiden Prabowo Subianto terhadap penguatan infrastruktur di Sawahlunto.

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri peresmian penggunaan BTS Telkomsel di Desa Talawi Mudiak, Kecamatan Talawi, Sawahlunto, Sabtu (19/9/2026). Dia mengatakan proses tender paket pekerjaan ditargetkan berlangsung pada Oktober 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Insya Allah tahun ini melalui IJD, Presiden Prabowo membangun Jalan Lubuk Pinang-Perumnas Talimato dengan nilai Rp26,8 miliar sepanjang 3,6 kilometer. Oktober ini akan ditender dan akhir Oktober sudah mulai dikerjakan," kata Andre dalam keterangannya.

Andre mengatakan pembangunan jalan tersebut ditujukan untuk memperkuat konektivitas masyarakat Sawahlunto. Menurutnya, pembangunan infrastruktur perlu menjangkau wilayah yang menjadi akses aktivitas masyarakat, tidak hanya berpusat di kawasan perkotaan.

Selain pembangunan jalan melalui IJD, Andre juga membawa kabar mengenai rencana penataan kawasan bersejarah Sawahlunto. Ia menyampaikan bahwa perencanaan revitalisasi kawasan kota lama yang berada di pusat kota, sekitar kawasan stasiun dan terminal, telah diselesaikan.

"Insya Allah 2027 akan dilakukan revitalisasi pengembangan kota tua, kota lama di Sawahlunto itu dengan nilai Rp 60 miliar dari pemerintah pusat, pemerintah Presiden Prabowo," ujar Andre.

Rencana tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan Sawahlunto sebagai kota warisan budaya dan destinasi pariwisata. Sawahlunto sendiri memiliki kawasan bersejarah yang berkaitan erat dengan sejarah pertambangan batu bara dan telah dikembangkan sebagai kota wisata berbasis warisan budaya. Pemerintah Kota Sawahlunto sebelumnya juga telah mengusulkan penataan kawasan kota lama kepada pemerintah pusat.

Andre menilai pembangunan infrastruktur jalan dan revitalisasi kawasan kota lama dapat berjalan beriringan. Infrastruktur yang semakin baik akan memperkuat akses masyarakat, sementara penataan kawasan bersejarah dapat mendukung aktivitas ekonomi dan pariwisata Kota Sawahlunto.

"Jadi Bapak dan Ibu sekalian, inilah komitmen kami sebagai anggota DPR dan juga mewakili Presiden Republik Indonesia, Pak Prabowo, untuk terus berjuang kita membangun Sumatera Barat, khususnya Kota Sawahlunto," katanya.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat Kementerian Pekerjaan Umum Elsa Putra Friandi membenarkan alokasi pembangunan Jalan Lubuk Pinang-Perumnas Talimato tersebut. Paket pekerjaan memiliki nilai Rp26,8 miliar dengan skema MYC 2026-2027 dan panjang penanganan 3,6 kilometer.

Dukungan terhadap infrastruktur Sawahlunto tersebut menambah daftar pembangunan yang diarahkan untuk memperkuat konektivitas dan pelayanan publik di kota tersebut. Pemerintah Kota Sawahlunto juga tengah menjadikan penguatan infrastruktur dan pariwisata sebagai bagian dari agenda pembangunan daerah.

Andre mengatakan, pembangunan di Sawahlunto tidak berhenti pada jalan dan kawasan kota lama. Ia juga menyebut sejumlah agenda lain yang menurutnya akan berdampak terhadap pergerakan ekonomi daerah, termasuk pengembangan aset PT Bukit Asam, rencana pengaktifan kembali jalur kereta api di Sumatera Barat serta berbagai program pembangunan infrastruktur yang didukung pemerintah pusat.

"Kita ingin pembangunan ini terasa langsung oleh masyarakat. Bukan hanya berbicara tentang anggaran, tetapi bagaimana anggaran itu hadir menjadi jalan, kawasan kota yang tertata dan infrastruktur yang bisa dimanfaatkan masyarakat," kata Andre.

Dengan demikian, pembangunan Jalan Lubuk Pinang-Perumnas Talimato senilai Rp26,8 miliar melalui IJD dan rencana revitalisasi Kota Tua senilai Rp60 miliar menjadi dua agenda besar yang disorot Andre dalam kunjungannya ke Sawahlunto. Keduanya diarahkan untuk memperkuat konektivitas sekaligus mengembangkan potensi sejarah dan pariwisata kota tambang tersebut.

(zap/dhn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |