Ini Pesawat Tempur yang Pernah Bikin AS Ubah Strategi di Udara

4 hours ago 3
Jakarta -

Pesawat MiG Vietnam Utara merupakan pesawat yang pernah mengancam militer Amerika Serikat (AS). Pesawat ini bahkan bisa membuat AS mengubah taktiknya.

Dikutip dari laman Majalah Air And Spaceforces AS, MiG digunakan oleh airandspaceforces Vietnamese Peoples' Air Force (VPAF). VPAF dibentuk pada tahun 1959 dan belum memiliki pesawat jet tempur hingga Uni Soviet mendonasikan 36 unit MiG-15 dan MiG-17 pada Februari 1964.

Pesawat MiG awalnya ditempatkan di China Selatan sebelum dipindahkan ke Pangkalan Udara Phuc Yen dekat Hanoi pada Agustus 1964.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

VPAF menerima armada MiG-21 pertamanya pada November 1965. MiG-15 hanya digunakan untuk pelatihan, sedangkan MiG-19 buatan Tiongkok baru muncul di tahap akhir perang dengan kelincahan yang lebih rendah dibanding MiG-17 dan kecepatan lebih lambat dibanding MiG-21.

Meskipun sempat menyusut, armada jet tempur Vietnam Utara terus dipasok ulang oleh Uni Soviet dan Tiongkok hingga mencapai puncaknya sebanyak 206 pesawat pada tahun 1972.

Tujuan utama jet tempur MiG bukanlah memenangkan serangan secara terbuka, melainkan mengganggu penerbangan pengebom AS dan memaksa pesawat tempur-pengebom AS (seperti F-4 dan F-105) membuang bom (jettison) sebelum mencapai sasaran.

Pesawat MiG yang berukuran kecil dan lincah memanfaatkan keunggulan jarak pandang untuk melakukan serangan cepat satu kali (one-pass attack) dari posisi ideal (saat pesawat AS sarat beban bom, kehabisan bahan bakar, atau rusak), lalu melarikan diri ke area perlindungan aman (sanctuary) seperti wilayah Tiongkok atau zona terlarang di sekitar Hanoi dan Haiphong.

AS Sampai Ubah Taktik

Berdasarkan dokumen memo militer AS tahun 1966 (Foreign Relations of the United States), peningkatan kemampuan dan ancaman dari pesawat tempur MiG milik Vietnam Utara menjadi salah satu faktor yang mendorong militer Amerika Serikat untuk mengubah strategi operasi udara.

Dalam beberapa kesempatan, ancaman serangan dari pesawat MiG memaksa jet-jet tempur AS membuang muatan bom mereka sebelum sampai ke target agar dapat melakukan manuver bertahan atau meloloskan diri.

Akhirnya, Komandan Pasukan AS di Vietnam, Jenderal William C. Westmoreland, menilai bahwa strategi penahapan bertahap tidak efektif dan mengusulkan perubahan strategi.

Pangkalan udara MiG (MIG air bases), fasilitas pendukung, serta armada jet tempur Vietnam Utara direkomendasikan untuk dihancurkan secara langsung dalam serangan udara.

Selain itu, AS memberikan kebebasan bagi komandan militer di lapangan untuk menyerang jalur logistik dan target musuh di area pertempuran tanpa pembatasan yang menghambat.

(rdp/imk)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |