Jakarta -
DPR RI menyampaikan dukacita mendalam atas bencana gempa yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). DPR akan kembali mengirimkan perwakilan untuk berangkat ke NTT besok.
"Kami sampaikan dukacita mendalam atas bencana gempa bumi di wilayah Provinsi NTT, sehingga para korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan dapat ditangani segera," ujar Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dalam rapat paripurna DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Dasco mengatakan DPR telah mengirim perwakilan ke NTT untuk berkoordinasi dengan pemerintah terkait penanganan dampak bencana. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"DPR RI telah mengirim perwakilannya pada tanggal 16 Agustus ke NTT dan telah mengadakan rapat koordinasi dengan pemerintah dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan serta mendorong pemerintah mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu untuk segera menangani dampak dari bencana," jelasnya.
DPR kembali menugaskan pimpinan dan anggota DPR untuk berangkat ke NTT pada Rabu (19/8). Mereka akan berangkat bersama sejumlah menteri terkait, termasuk Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk memberikan bantuan sekaligus meninjau untuk mendorong relokasi anggaran.
"Diinformasikan pada esok hari, pimpinan DPR juga telah menugaskan beberapa pimpinan dan anggota DPR beserta menteri keuangan dan beberapa menteri terkait lainnya untuk berangkat ke NTT, untuk kemudian memberikan bantuan-bantuan serta mendorong relokasi anggaran yang dianggap perlu," tuturnya.
Peristiwa gempa di NTT terjadi pada Sabtu (16/8). Puluhan orang meninggal dalam peristiwa tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat sebanyak 7.968 rumah warga mengalami kerusakan hingga Senin (17/8) kemarin akibat gempa dengan magnitudo 7. Selain itu, ada 774 fasilitas umum (fasum) dan infrastruktur yang rusak.
"Sampai dengan Senin kemarin jumlah rumah yang tercatat mengalami kerusakan ringan hingga berat mencapai 7.968 unit rumah," kata Kepala BPBD NTT Mahadin Sibarani dalam laporannya yang diterima di Kupang, seperti dilansir Antara, Selasa (18/8).
Selain rumah warga, lanjutnya, tercatat 744 fasilitas umum (fasum) dan infrastruktur mengalami kerusakan akibat gempa. Angka tersebut masih merupakan hasil pendataan sementara dan dapat berubah seiring proses verifikasi di lapangan.
Tonton juga video "Tim SAR Terbangkan Korban Gempa NTT ke RS di Labuan Bajo"
(amw/eva)


















































