Jakarta -
Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Wini menjadi lokasi Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8). Upacara di kawasan perbatasan tersebut menegaskan peran PLBN Wini sebagai bagian terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kawasan ini juga menjadi ruang aktivitas masyarakat yang membutuhkan dukungan melalui pelayanan publik, pembangunan, dan penguatan ekonomi.
Pada kegiatan tersebut, Staf Khusus Bidang Isu Strategis Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Karjono Atmoharsono, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sementara itu, Letnan Dua Arh Farius Septia Gandy bertugas sebagai Komandan Upacara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karjono mengenakan kain tenun buna dengan motif khas masyarakat Insana. Penggunaan busana tradisional tersebut menjadi bagian dari penghormatan terhadap identitas dan kekayaan budaya masyarakat setempat dalam peringatan kemerdekaan di kawasan perbatasan.
Ia menyampaikan peringatan kemerdekaan di kawasan perbatasan memiliki makna strategis karena wilayah perbatasan merupakan bagian terdepan Indonesia.
Karjono menegaskan kedaulatan tidak hanya diwujudkan melalui kemampuan menjaga wilayah, tetapi juga melalui kehadiran negara dalam memberikan pelayanan, menyediakan infrastruktur, mengembangkan perekonomian, melindungi masyarakat, dan meningkatkan kesejahteraan.
"Perbatasan bukan sekadar garis pemisah, tetapi ruang kehidupan masyarakat sekaligus bagian penting dari keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Karjono dalam keterangannya, Selasa (18/8/2026).
Hal tersebut disampaikannya saat membacakan amanat Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI, Muhammad Tito Karnavian.
Dalam amanatnya, Ketua BNPP juga menekankan pentingnya penguatan fungsi PLBN sebagai gerbang negara. Dalam hal ini, PLBN tidak hanya berperan dalam pemeriksaan lalu lintas orang dan barang, tetapi juga perlu terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan, meningkatkan kualitas pelayanan, memperlancar perdagangan dan logistik, serta membuka akses pasar bagi produk masyarakat di kawasan perbatasan.
Sejalan dengan tema HUT ke-81 Kemerdekaan RI, "Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur", pembangunan kawasan perbatasan diarahkan untuk memperkuat kedaulatan, meningkatkan kualitas tata kelola dan pelayanan publik, serta mendorong kesejahteraan dan daya saing masyarakat.
Rangkaian HUT RI di PLBN Wini
Kegiatan upacara HUT RI di PLBN Wini dihadiri oleh Kepala Biro Hukum, Organisasi, dan Kepegawaian BNPP RI, serta diikuti oleh unsur aparatur sipil negara (ASN), TNI-Polri, perangkat desa, masyarakat, dan pelajar dari jenjang SD hingga SMA. Keterlibatan berbagai unsur mencerminkan partisipasi masyarakat perbatasan dalam memperingati hari kemerdekaan sekaligus memperkuat semangat kebangsaan.
Upacara ini juga melibatkan 10 anggota Paskibraka dalam pengibaran bendera Merah Putih. Mereka berasal dari SMA Negeri Oekolo, dan kelompok paduan suara SMPN Manufonu.
Pada kesempatan yang sama, turut dilaksanakan penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada tiga PNS di lingkungan BNPP RI. Penghargaan tersebut diberikan kepada Agustino Romeyandus Manehat, S.STP., Fredirikus Yafet Kope, S.STP., dan Yosef Adrianus Usfahik, S.STP., sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian dan kesetiaan dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.
Penganugerahan tersebut menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus bentuk apresiasi terhadap dedikasi aparatur dalam melaksanakan tugas pemerintahan, termasuk mendukung pelayanan dan pengelolaan kawasan perbatasan.
(akd/ega)


















































