Wamensos Pastikan Sekolah Rakyat Jepara Dibangun Tahun Ini

4 days ago 9

Jakarta -

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono meninjau lahan calon bangunan permanen Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 1 Jepara. Ia memastikan pembangunan gedung seluas 10,2 hektare itu akan mulai berjalan tahun ini.

"Sehingga di tahun ajaran baru 2026 sudah bisa membuka murid baru, terus kemudian siswa-siswa yang di (sekolah rakyat) rintisan juga akan pindah ke sini," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (26/11/2025).

Saat melakukan peninjauan di Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakisaji, Jepara, Jawa Tengah, pada Selasa (25/11), Agus Jabo memastikan nantinya sekolah permanen akan memiliki beragam fasilitas lengkap, seperti ruang kelas, dapur, asrama, ruang makan, laboratorium, dan perpustakaan. Kemudian, sekolah ini juga akan mendukung berbagai kegiatan siswa melalui fasilitas, seperti tempat olahraga, aula serbaguna, tempat ibadah, dan pendidikan vokasi. Setiap siswa juga akan diberikan laptop sebagai penunjang pendidikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agus Jabo menerangkan sekolah rakyat ini adalah permintaan dari Presiden yang bertujuan untuk mempersiapkan keterampilan anak-anak sebelum melanjutkan perguruan tinggi.

"Karena Pak Presiden meminta kalau anak-anak ini belum mau melanjutkan ke perguruan tinggi, mereka mau bekerja membantu orang tuanya, kita sudah menyiapkan ilmunya, keterampilannya, sehingga begitu lulus mereka bisa terserap ya di tempat-tempat atau di lapangan-lapan pekerjaan, khususnya yang ada di Jepara ini," katanya.

Presiden Prabowo menginstruksikan tiap pemerintah kabupaten/kota memiliki minimal 1 sekolah rakyat. Setiap sekolah akan ditempati oleh minimal 1.000 siswa. Melalui fasilitas unggul yang diberikan, Pemerintah berharap siswa tidak hanya pintar, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan, keagamaan, sosial, dan keterampilan.

"Kalau kita hitung misalkan di SD itu 4 rombel berarti kan 100 orang, kalau 6 kelas 600, terus di SMP kalau 3 kelas 300, di SRMA juga 300, jadi kan totalnya 1.200. Tetapi Pak Presiden meminta minimal di tiap sekolah itu seribu dengan fasilitas yang betul-betul, fasilitas yang unggul," katanya.

Menurutnya, lewat fasilitas unggul, para siswa juga akan dididik agar tak hanya pintar tapi juga memiliki karakter kebangsaan, keagamaan, sosial, dan keterampilan. Harapannya, para siswa yang sudah lulus dan ingin bekerja, sudah memiliki keterampilan.

"Untuk hilirisasi, Kemensos juga sudah melakukan penjajakan dengan berbagai kementerian, termasuk beasiswa, dengan BUMN, supaya anak-anak nanti yang mau sekolah, kita sudah bisa menyediakan tempat-tempat mereka berkuliah," jelasnya.

Ia pun berterima kasih kepada Pemerintah Kota Jepara yang sudah menyediakan lahan. Sebab, menyediakan lahan 10 hektare di Pulau Jawa tak mudah.

"Jadi kita memberikan penghormatan yang setingginya kepada Pak Bupati, Pak Sekda, Kepala Dinas Terkait yang kemudian bisa menyediakan lahan 10,2 hektare yang tentunya ini akan menjadi sekolah yang bagus," katanya.

Lebih lanjut, Agus Jabo menjelaskan terkait anggaran sekolah akan bergantung pada luas lahan tiap sekolah mulai dari 6.6 hektare hingga 10 hektare. Kementerian Pekerjaan Umum merekomendasikan lahan-lahan yang diusulkan oleh Pemkab maupun Pemkot.

Selain meninjau lahan, Agus Jabo juga menyempatkan diri untuk meninjau proses belajar mengajar di SRD 1 Jepara. Ia ingin memastikan proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik. Ia juga mendengarkan aspirasi para guru terkait hal yang perlu dilengkapi untuk ditindaklanjuti.

"Tadi juga ada permintaan misalkan nakes, terus kemudian guru agama belum ya, sama guru olahraga," katanya.

AgusJabo menerangkan bahwa para siswa diSRD 1Jepaya belum memulai pembelajaran. Sebab, saat ini mereka masih menjalani tahap pengenalan sekolah dan matrikulasi sehingga para siswa membutuhkan penyesuaian.

Ia memahami mendidik siswa SD tak mudah karena berasrama dan harus berpisah dengan orang tuanya. Ia berpesan kepada kepala sekolah, para guru, wali asuh, wali asrama, agar menjadi orang tua pengganti.

"Dan saya lihat guru-gurunya tadi juga menyampaikan anak-anak sudah mulai berubah, mulai dari karakternya, kepercayaan dirinya, kemudian berat badannya tadinya kecil, ini sekarang sudah tinggi besar," kata Agus Jabo.

Ia menyampaikan keinginan Presiden Prabowo agar transmisi kemiskinan putus sejak dini. Jadi, mereka yang berasal dari keluarga yang kurang mampu, diambil negara untuk disekolahkan dan dididik.

"Tentunya saya atas nama Kemensos memberikan apresiasi, penghormatan yang setinggi-tingginya kepada Pemkab Jepara yang sudah memulai sekolah rakyat itu sejak jenjang SD," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan sekolah permanen SRD 1 Jepara akan dibangun di lahan seluas 10,2 hektare.

"Tadi sudah disampaikan anak-anak sendiri minta fasilitas sekolah kolam renang, nanti disampaikan ke Pak Menteri, mudah-mudahan bisa difasilitasi," kata Witiarso.

(akn/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |