Jakarta -
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti merespons terkait viral video seorang guru di sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri di Kabupaten Tanjung Jabung Timur Jambi adu jotos dengan beberapa murid. Mu'ti mengatakan Dinas Pendidikan (Disdik) setempat bersama pihak-pihak terkait sudah menangani kejadian tersebut.
"Masalah sudah diselesaikan oleh Dinas Pendidikan setempat dengan pihak-pihak terkait," kata Mu'ti, Rabu (14/1/2026).
Berdasarkan informasi, Disdik setempat sudah meminta penjelasan dari kepala SMK negeri tersebut. Mediasi juga telah dilakukan dan melibatkan berbagai elemen, mulai siswa, majelis guru, camat, lurah, hingga kepolisian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa keributan hingga adu jotos oknum guru dan sejumlah murid itu terjadi di SMK 3 Negeri di Tanjabtim Jambi. Dari video yang beredar luas selama 58 detik itu, awalnya oknum guru itu sempat menyampaikan perkataan lewat mikrofon.
Belum diketahui perkataan apa yang disampaikan oleh oknum guru itu. Hanya, belakangan diketahui bahwa perkataan oknum guru itu diduga merupakan perkataan hinaan yang menyulut amarah sejumlah murid hingga adu jotos terjadi.
Pihak guru yang menyaksikan kemudian melerai perkelahian itu dengan membawa oknum guru itu masuk ke ruangan.
Pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jambi saat ini telah mendalami informasi soal insiden keributan antara guru dan murid. Pihak Disdik juga telah meminta informasi lengkap untuk kemudian akan mengambil sikap
"Kita sudah minta penjelasan dari kepsek, hari ini sudah dilakukan mediasi duduk bersama Forum Komunikasi kecamatan, ada camat, lurah, kapolsek, dan para siswa serta majelis guru," kata Kepala Bidang SMK Disdik Provinsi Jambi, Harmonis, dilansir detikSumbagsel, Rabu (14/1/2026).
Harmonis juga menyampaikan bahwa pihak Disdik tentu tidak tinggal diam atas insiden yang dinilai mencederai dunia pendidikan dan mencoreng etika pendidik. Harmonis juga menyayangkan insiden itu dan berharap tidak menjadi contoh buruk bagi sekolah lain dan tidak terulang kembali.
"Kita juga sangat menyayangkan dan Prihatin atas kejadian semacam ini semoga ke depan tidak terulang lagi hal-hal semacam ini," ujar Harmonis.
(knv/dhn)

















































