Jakarta -
Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti lokasi bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kemudian langsung ditanami sawit. Puan mengatakan pihaknya akan meminta pihak terkait untuk menyelidiki hal tersebut.
"Dan tadi seperti ditanyakan, apakah hal-hal yang terkait karhutla kemudian sudah berubah alih fungsi, kami akan meminta pihak yang terkait untuk menyelidiki hal itu," kata Puan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Puan menegaskan lahan bekas karhutla tidak boleh ditanami sawit. Dia meminta penyelidikan dilakukan sesegera mungkin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan itu seharusnya tidak boleh terjadi dan harus segera diselidiki," sebutnya.
Sorotan mengenai hal tersebut sebelumnya juga disampaikan Presiden Prabowo Subianto. Prabowo meminta agar hal itu diselidiki karena, menurut dia, sudah kelewatan.
Prabowo awalnya menerima laporan karhutla oleh Kepala BNPB Suharyanto dalam rapat terbatas (ratas) penanganan bencana di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9). Rapat digelar secara hybrid dihadiri anggota kabinet hingga kepala daerah.
Prabowo menyoroti lahan yang dibakar berubah menjadi wilayah perkebunan. Prabowo memerintahkan agar temuan tersebut diselidiki.
"Saya tertarik juga habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat jadi ini benar-benar kesengajaan apakah ini rakyat atau korporasi, tolong diselidiki terus," kata Prabowo.
Prabowo juga meminta nama-nama korporasi yang terlibat karhutla. Prabowo mengatakan izin perusahaan yang bersalah akan dicabut.
"Dan saya minta segera nama-nama korporasi itu sampai ke saya, 8 maupun yang 18 dan nanti akan saya minta mungkin Menteri Kehutanan, ATR dan juga Satgas PKH untuk menilai kalau perlu kita segera cabut semuanya semua izin-izinya kita cabut, HGU-nya, dan sebagainya, ini sudah kelewatan, saya ingin tahu benar-benar korporasi itu milik siapa," ujarnya.
Simak juga Video 'Rencana Mensos soal Dana Darurat Bantu Warga Terdampak Bencana':
(ial/knv)

















































