Perjuangan Ayah Ungkap Pembunuh Lewat Chat di Medsos Mozza

5 hours ago 2

Semarang -

Ayah mengungkap kasus kematian Mozza Axillia Gunarsa (17) menemui titik terang berkat temuan chat antara korban dan pelaku bernama Mahendra Very Dwi Anggara (22) di medsos. Perempuan asal Bergas, Kabupaten Semarang, itu sempat dilaporkan hilang setahun sebelum ditemukan tewas.

Ayah Mozza, Singgih Gunarsa, menjelaskan bahwa percakapan dengan pelaku didapat setelah ia mengutak-atik tablet milik Mozza. Ia lalu membuka akun media sosial Mozza dan melihat chat dengan pelaku.

"Ternyata di email itu ada akun Instagram dan TikTok-nya Mozza yang nyantol masih ada, tapi di aplikasinya tidak ada. Makanya akhirnya saya ubah semua password emailnya yang saya untuk pribadi saya sendiri," kata Singgih saat ditemui wartawan di kediamannya, dilansir detikJateng, Senin (7/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terus aplikasi itu saya install, baru saya kembalikan lupa password. Akhirnya saya bisa membuka semua aplikasi itu dan saya bisa melihat isi DM, chat, dan semuanya teman-teman Mozza dari aplikasi tersebut dan salah satunya DM tersangka tersebut," tambahnya.

Singgih mengungkapkan, pelaku kerap mengajak putrinya main ke indekosnya di Candisari, Kota Semarang. Mozza sempat datang ke sana satu kali dan komunikasi berlanjut melalui WhatsApp.

"Mozza sering kali beberapa kali disuruh main ke kos tersebut. Mozza pertama kali kelihatannya kalau enggak salah main ke sana satu kali. Lalu dia pulang, terus intens komunikasi mungkin lewat WA," ujar Singgih.

Setelahnya, Singgih mengungkapkan pelaku terus mengajak Mozza datang ke kos itu lagi. Karena saat itu Mozza sedang mempersiapkan untuk ujian masuk universitas, ajakan itu ditolak.

"Terus tapi yang di DM ada, Mozza berulang kali disuruh main ke kosnya. Tapi Mozza sudah menolak. Hampir dua, hampir tiga kali Mozza disuruh ke kos, tapi Mozza menolak karena pada waktu itu Mozza sedang menyiapkan ujian di Undip," terang Singgih.

Setelah ujian masuk universitas rampung, Mozza akhirnya mengiyakan ajakan bertemu di kos Very pada 25 Juni 2025. Nahas, pertemuan itu justru berakhir tragis bagi Mozza.

"Terus tanggal 25 itu mungkin kebetulan Mozza sudah selesai ini ujiannya, makanya dia mengiyakan mau main lagi ke sana dan malah yang terjadi seperti itu (dibunuh)" ungkap Singgih.

Singgih mengaku tidak mengenali siapa pria pembunuh putrinya. Hingga kini, dia pun tidak pernah bertemu dengan pria itu dan hanya ditunjukkan fotonya oleh polisi.

"Saya belum kenal sama sekali dari awal siapa beliau, kenal juga tidak. Karena kalau menurut informasi yang saya dapat dari media itu mereka baru bertemu satu bulan," ucap Singgih.

"Waktu habis dari RS Bhayangkara, saya ke Polrestabes tapi hanya untuk bikin laporan. Saya tidak ketemu dengan pelaku, hanya ditunjukkan fotonya saja," imbuhnya.

Baca selengkapnya di sini

Simak Video ''Cerita Perjuangan Ayah Mozza Cari Putrinya Sebelum Ditemukan Tinggal Kerangka':

(idh/dhn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |