Ketua Komisi V DPR Dukung Wacana Penggabungan Badan Geologi dan BMKG

4 hours ago 3

Jakarta -

Ketua Komisi V DPR Lasarus mendukung wacana pengintegrasian Badan Geologi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Pengintegrasian dinilai bisa memperkuat koordinasi sekaligus meningkatkan efisiensi dalam penanganan bencana.

"Ya kami prinsip mendukung ya. Karena sifat koordinasi yang paling nyaman di pemerintah tuh seperti apa, gitu loh. Kami sifatnya kan menerima, ya. Memang kalau menurut kami sih kalau mau mempersedikit badan ya, ada baiknya sih dari sisi efisiensi juga ya. Karena koordinasi juga jadi lebih mudah," kata Lasarus di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Lasarus menjelaskan Badan Geologi memiliki tugas mengamati aktivitas gunung berapi. Sedangkan BMKG juga memiliki instrumen serta sumber daya manusia yang berkaitan dengan pengamatan geologi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang kalau menurut saya sih saya setuju kalau itu digabungin. Ya, itu lebih efektif kalau menurut saya dan juga lebih efisien dari sisi komunikasi, ya," ujarnya.

Meski begitu, Lasarus tak menampik ada masalah administratif jika Badan Geologi yang saat ini berada di bawah Kementerian ESDM harus diintegrasikan dengan BMKG. Namun dia menilai persoalan tersebut merupakan ranah pemerintah.

"Fokusnya ke mana dulu? Kalau fokus ke bencana, menurut saya memang jauh lebih efektif barang itu ada bersama BMKG," ujarnya.

"Karena sebagian peralatan BMKG ini juga dipakai oleh Badan Geologi, untuk data geologi gitu loh. Jadi, monggo saja lah, kami serahkan sepenuhnya kepada pemerintah dan menurut saya baik sih. Ide itu baik," sambungnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPR Syaiful Huda juga menilai penggabungan Badan Geologi dan BMKG akan membuat koordinasi kedua lembaga lebih efektif. Dia pun setuju dengan pengintegrasian tersebut.

"Saya, standing point saya, saya setuju. Ini kira-kira secara kelembagaan pasti akan lebih efektif, karena koordinasi antara BMKG dengan Badan Geologi secara kinerja disatukan. Pasti kalau bertanya efektif, pasti akan lebih efektif," kata Huda.

Huda mengatakan, sejak awal, dia mendorong agar penanganan kebencanaan berada dalam satu kelembagaan. Sebab, menurut dia, urusan kebencanaan selama ini masih tersebar di berbagai kementerian dan lembaga.

"Nah, terkait dengan mitigasi yang sifatnya sebelum bencana, saya kira memang ada kebutuhan juga untuk mengintegrasikan beberapa kelembagaan itu. Paling tidak Badan Geologi dengan BMKG," paparnya.

"Jadi dua-duanya akan memenuhi apa yang dicita-citakan gitu. Yang pertama untuk memastikan semua potensi kebencanaan bisa diantisipasi dengan baik dengan mengintegrasikan kelembagaan-kelembagaan itu. Saat yang sama pascabencana ditangani juga oleh kelembagaan yang terintegrasi," imbuh dia.

Perihal penggabungan itu disampaikan Prabowo saat rapat terbatas (ratas) penanganan bencana secara hybrid di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9). Rapat dihadiri sejumlah menteri kabinet, kepala badan/lembaga, serta kepala daerah terdampak bencana.

Prabowo menilai sejauh ini usaha pemerintah untuk memitigasi bencana sudah maksimal. Prabowo berjanji pemerintah terus memantau potensi bencana, termasuk erupsi gunung berapi.

"Sementara saya lihat kita sudah buat maksimal, ini semua menjadi bahan untuk kita merencanakan langkah-langkah ke depan," kata Prabowo.

"Sementara kita kan ada di ring of fire, kita siap, ternyata kan erupsi terjadi lagi di beberapa tempat, di Sumatera Utara, Jawa Timur, Halmahera. Ini kita monitor terus," sambungnya.

Di hadapan Kepala Badan Geologi Lana Saria, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, serta menteri lainnya, Prabowo mempertimbangkan dua lembaga tersebut diintegrasikan. Prabowo belum memutuskan, melainkan masih dipikirkan untuk disatukan.

"Kepala Badan Geologi nanti saya kira kerja sama lebih erat dengan yang lain untuk monitor ini. Nanti kita pikirkan apakah Badan Geologi itu harus diintegrasikan bersama BMKG. Tapi ya nanti kita bahas itu," imbuhnya.

Simak juga Video 'Erupsi Anak Krakatau Melandai, Warga Diminta Tetap Waspada':

(amw/dek)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |