Ojol Demo SMRC, Tuntut Saiful Mujani Minta Maaf soal 'Jatuhkan Prabowo'

4 hours ago 2

Jakarta -

Massa ojek online (ojol) menggelar demo di depan kantor Saiful Mujani Research and Consulting (SRMC) di Menteng, Jakarta Pusat (Jakpus). Dalam demo itu massa menuntut Saiful Mujani meminta maaf atas pernyataannya dalam forum diskusi terkait 'menjatuhkan Prabowo'.

Pantauan detikcom di lokasi, Selasa (14/4/2026) massa ojol tiba di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka dipimpin mobil komando mendatangi kantor Saiful Mujani.

Mereka tampak kompak mengenakan setelan ojol hijau kuning. Mereka juga membawa bendera komunitas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petugas kepolisian turut menjaga ketat di lokasi. Mereka berjaga di sejumlah titik.

Dalam demo itu, Ketua Umum Perhimpunan Ojek Online Indonesia Cecep Saripudin berorasi meminta Saiful Mujani untuk mencabut pernyataan mengajak masyarakat Indonesia untuk menggulingkan kepemimpinan Presiden Republik Prabowo Subianto.

"Yang paling mengenaskan lagi kawan-kawan statement-nya, narasi yang dibangun adalah dia tidak setuju dengan impeachment. Sebuah legal, kalau memang ingin menjatuhkan seorang Presiden dalam negara kita ini ada yang namanya prosedural impeachment," kata Cecep di atas mobil komando.

Massa ojol demo di kantor SRMC di Menteng. Massa menuntut Saiful Mujani meminta maaf atas pernyataannya dalam forum diskusi terkait 'menjatuhkan Prabowo'. (Taufiq/detikcom)Massa ojol tiba di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka dipimpin mobil komando mendatangi kantor Saiful Mujani (Taufiq/detikcom)

Dia berpendapat, pernyataan Saiful Mujani itu ingin membuat keadaan berkecamuk. Menurutnya, pernyataannya berbahaya.

"Statement ini sangat berbahaya. Satu narasi yang dibangun oleh seorang Saiful Mujani yang akan dijadikan konflik-konflik dengan rakyat sendiri," kata dia.

Untuk itu massa ojol menuntut Saiful meminta maaf secara terbuka. Dia juga meminta polisi dapat menangkap Saiful.

"Satu, permintaan maaf Saiful Mujani terhadap rakyat Indonesia melalui media TV dan media online. Yang kedua, kita menuntut kepada aparat kepolisian untuk segera mengusut terkait statement Saiful Mujani mengajak ajakan makar terhadap pemerintahan yang sah," tegasnya.

Selain itu, Cecep mengancam akan membawa massa lebih besar jika tuntutan ini tidak dipenuhi. Menurut mereka Saiful bukan negarawan.

"Jika dalam 3 x 24 jam tidak direalisasikan tuntutan kami, kami akan kembali lagi dengan massa yang lebih besar. Karena ini menggugah rasa empati bahwa seorang Saiful Mujani sudah bukan lagi seorang yang negarawan," ungkap dia.

(tsy/jbr)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |