Uji Kelayakan Calon Walkot Jaksel, Kadishub Ditanya Birokrasi hingga Fasum

4 hours ago 4
Jakarta -

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sebagai calon Wali Kota Jakarta Selatan (Jaksel). Syafrin diuji oleh pimpinan DPRD DKI Jakarta.

DPRD DKI Jakarta menggelar rapat pimpinan gabungan (rapimgab) yang dipimpin oleh Ketua DPRD Khoirudin dan didampingi Wakil Ketua Ima Mahdiah dan Basri Baco. Hadir pula Ketua Komisi A Inggard Joshua.

Dalam rapat itu, Khoirudin meminta Syafrin menyiapkan strategi khusus menghadapi hambatan birokrasi. Terutama terkait masalah ego sektoral di tingkat suku dinas (sudin) di Jakarta Selatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bagaimana cara Pak Syafrin menangani paradoks tadi di tengah kenyataan ego sektoral masing-masing sudin?" tanya Khoirudin, Selasa (14/4/2026).

"Biasanya sudin itu loyalnya ke kepala dinas. Sementara Pak Syafrin adalah pimpinan wilayah. Apakah bisa kerja cepat dengan situasi birokrasi seperti itu?" lanjut Khoirudin.

Pengendalian aparatur sipil negara (ASN) di wilayah Jakarta Selatan juga menjadi satu di antara sorotan Khoirudin. Apalagi wilayah Jakarta Selatan mencakup 10 kecamatan dan 67 kelurahan. Butuh ketegasan memimpin ribuan ASN.

"Saya ingin Pak Syafrin punya kemampuan pengendalian yang baik agar semua bekerja maksimal," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Ima Mahdiah menyoroti perbedaan kecepatan penanganan masalah antara Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Sebab, penyelesaian masalah fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) di wilayah Jakarta Selatan kerap tak terselesaikan.

"Di Jakarta Barat enam bulan selesai. Di Jakarta Selatan bisa dua tahun belum beres. Padahal usulan penyerahan fasos-fasum itu sangat penting bagi warga," kata Ima.

Ima berharap kehadiran Syafrin nantinya dapat memutus rantai birokrasi yang lamban. Dengan begitu, setiap permasalahan yang muncul di masyarakat segera terselesaikan, tanpa tertunda.

"Harapan saya, Pak Syafrin bisa mengeksekusi segala sesuatunya lebih cepat dan tiap masalah itu tidak 'diamangin' (didiamkan), jadi selesai," kata Ima.

Menanggapi hal itu, Syafrin menyatakan siap menyelesaikan sejumlah permasalahan di Jakarta Selatan. Penyelesaian masalah melalui koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan di tiap wilayah.

Pemetaan dan identifikasi permasalahan, lanjut Syafrin, perlu dukungan penuh dari struktur di bawahnya. Meliputi kecamatan dan kelurahan.

"Harus ada koordinasi dan kolaborasi dalam pemecahannya," kata Syafrin.

(bel/rfs)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |