Bak Masuk Mal, RT di Jaksel Pakai Smart Gate buat Akses Gang demi Cegah Maling

5 hours ago 4
Jakarta -

Warga di RT 11/RW 07 Gandaria Utara, Jakarta Selatan, memanfaatkan teknologi gerbang otomatis atau smart gate ala tempat parkir mal untuk akses masuk dan keluar gang. Hal itu dilakukan untuk mencegah pencurian.

Pantauan detikcom di lokasi, Selasa (14/4/2026), smart gate itu dipasang di empat titik masuk kawasan RT tersebut. Salah satunya berada di Gang H Jeni I.

Smart gate itu memanfaatkan panel surya sebagai sumber listriknya. Gerbang tersebut menggunakan sistem kartu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanya warga setempat yang memiliki kartu untuk bisa membuka smart gate tersebut. Ada pula CCTV yang dipasang tepat di gerbang.

Ketua RT 11, Imam Basori, mengatakan smart gate itu tak selalu tertutup. Dia menyebut gerbang hanya ditutup pukul 00.00 hingga 05.30 WIB.

RT di Jaksel pakai smart gate untuk keluar masuk gang (Taufiq/detikcom)RT di Jaksel pakai smart gate untuk keluar masuk gang (Taufiq/detikcom)

Menurutnya, waktu tersebut adalah waktu yang rawan terjadi pencurian. Dia mengatakan hanya warga pemegang kartu akses yang bisa masuk dan keluar pada waktu tersebut.

Imam mengatakan dirinyalah yang menyampaikan ide penggunaan teknologi tersebut ke warga. Dia mengatakan ide itu disampaikan setelah warga khawatir dengan pencurian kendaraan bermotor serta banyaknya kendaraan yang melintas di gang setiap malam.

"Mungkin kita bisa melihat dari yang sudah dibuat di kantor-kantor maupun di kompleks rumah mewah, apa salahnya kalau seumpama kita terapkan di lingkungan yang gang-gang sempit seperti ini yang padat penduduk. Jadi, kita buat simpel tapi banyak manfaat dan juga ini ya," kata Imam (43).

Imam, yang juga anggota kepolisian dari Badan Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Mabes Polri, mengatakan setiap warga yang tinggal di lingkungannya punya kartu yang telah didaftarkan untuk akses keluar masuk lewat smart gate itu. Dia mengatakan warga merasa lebih aman dengan sistem tersebut.

"Kalau pagi sampai malam tetap dibuka. Tapi tengah malam sampai subuh kita tutup menggunakan sistem kartu akses. Ini untuk memberikan rasa aman supaya warga bisa istirahat dengan tenang," jelasnya.

RT di Jaksel pakai smart gate untuk keluar masuk gang (Taufiq/detikcom)RT di Jaksel pakai smart gate untuk keluar masuk gang (Taufiq/detikcom)

Imam mengatakan gerbang itu dibangun pada Ramadan lalu. Imam menyebut pembuatan smart gate itu memanfaatkan dana operasional RT sebesar Rp 2,5 juta per bulan. Dana itu kemudian ditambah lewat swadaya masyarakat.

"Alhamdulillah, sejak ada ini belum ada kejadian. Minimal ini upaya preventif agar pelaku kejahatan berpikir dua kali untuk masuk," ucap dia.

"Kalau alat akses sekitar Rp 1 juta, sementara gerbangnya kita bikin sendiri lewat kerja bakti," imbuh dia.

Imam berharap upaya warga RT 11 ini dapat membuat lingkungan aman dan nyaman. Dia mengaku ingin dana operasional RT dari Pemprov DKI bisa bermanfaat untuk warga di RT-nya.

"Kalau mungkin kalau di daerah ada dana desa ya, tapi kalau kita kan dana operasional. Tapi harapan saya dana itu saya benar-benar ingin maksimalkan ya. Minimal nanti untuk pendapatanlah apa dalam bentuk apa nanti saya pikirkan, masih belum ini ya nanti usahanya dalam bentuk apa. Setidaknya nanti bisa membantu masyarakat kita buat itu ya, kita sisihkan dari dana itu buat membantu masyarakat," ujarnya.

Saat ini, RT 11 juga memiliki kolam ikan lele untuk membantu pangan warga. Mereka juga membangun taman kecil untuk ruang warga beraktivitas.

Lihat juga Video: Gang Krembangan yang Kini Jadi Ikonik Gegara Film 'Na Willa'

(tsy/haf)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |