KPK Ungkap Potensi Korupsi yang Tinggi Terkait Impor Energi, Usulkan Asesmen

3 hours ago 3

Jakarta -

KPK menggelar diskusi bersama Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan sejumlah Wakil Menteri terkait rencana pembelian energi dari Amerika Serikat (AS). KPK mengatakan diskusi ini sengaja dilakukan karena KPK melihat peluang terjadinya korupsi yang cukup tinggi dalam proses pembelian energi.

"Ya tentu kalau kita bicara resiko terjadinya korupsi, bisa jadi ini memang punya potensi resiko terjadinya korupsi yang cukup tinggi," terang Jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Rabu (14/1/2026).

Budi menjelaskan diskusi ini juga sebagai upaya mitigasi alias pencegahan di awal sebelum proses pembelian energi tersebut benar-benar dilakukan. Nantinya, KPK dan pemerintah akan melakukan asesmen sebagai upaya mitigasi terjadinya korupsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita melakukan langkah mitigasi di awal, melakukan pencegahan supaya tindak pidana korupsi ini tidak perlu terjadi. Kita cegah di awal, sehingga kita melakukan assessment terhadap resiko-resiko yang berpotensi muncul dalam proses-proses importasi energi ini," ungkap Budi.

Sebelumnya, hal senada juga disampaikan oleh Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selepas diskusi dengan KPK. Airlangga mengatakan pembahasan dalam diskusi ini berfokus terhadap risk assessment atau penilaian resiko.

"Pertama, terkait dengan rencana pembelian energi dari Amerika. Kami sedang mempersiapkan perpres dan perpres sudah dievaluasi oleh KPK terkait dengan risk assessment-nya. Jadi masukan-masukan mengenai risk assessment nanti melengkapi perpres yang sedang dibuat karena kami akan membuat dua perpres," kata Airlangga kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (14/1).

Airlangga mengatakan, selain mengenai pembelian energi, pihaknya bersama KPK membahas soal rencana pembelian pesawat oleh Garuda Indonesia. Dia menyebutkan penilaian risiko yang dibahas lebih spesifik pada pencegahan terjadinya korupsi dalam mekanisme proses pembelian energi tersebut nantinya.

"Ya risikonya mengenai mekanismenya saja," sebut Airlangga.

Airlangga juga sempat ditanya mengenai kasus suap pajak di lingkungan Kementerian Keuangan yang tengah diusut KPK. Airlangga mengatakan topik itu tidak dibahas sama sekali dalam pertemuan hari ini.

"Pajak tidak kita bahas ya tadi ya. Silakan sedang berproses," katanya.

Airlangga datang ke KPK sejak siang tadi. Dia datang bersama Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti dan Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung.

(kuf/eva)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |