Kakorlantas Andalkan Teknologi-Inovasi hingga Pendekatan Humanis di Operasi Ketupat 2026

3 hours ago 1

Jakarta -

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho meminta jajaran bersiap dalam menghadapi Operasi Ketupat 2026. Dia menegaskan komitmennya untuk mengedepankan inovasi teknologi dan pendekatan humanis dalam melayani masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Irjen Agus saat memimpin apel di Pos Induk Cikampek, Rabu (14/1/2026). Dalam arahannya, Irjen Agus menekankan bahwa tantangan pengamanan arus mudik dan balik tahun ini tergolong berat.

Irjen Agus menyampaikan, Korlantas Polri mencatatkan sejarah pada 2025 dengan penurunan angka kecelakaan sebesar 33 persen dan penurunan fatalitas korban hingga 51 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Capaian tahun 2025 sudah sesuai amanat PBB Decade of Action, yaitu menurunkan fatalitas minimal 50 persen. Ini adalah standar yang tinggi, sehingga tahun ini kita butuh lompatan pelayanan dan inovasi agar prestasi tersebut bisa kita pertahankan atau bahkan ditingkatkan," ujar Irjen Agus.

Salah satu inovasi utama yang diusung dalam Resolusi 2026 adalah 'Revolusi Udara'. Kakorlantas menginstruksikan jajaran Dirgakkum untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi drone sebagai alat pemantau utama di titik-titik strategis.

"Kita tidak boleh hanya bergantung pada CCTV dari instansi lain. Saya perintahkan drone beroperasi minimal tiga kali seminggu. Kita akan geser ruang hampa udara menjadi ruang strategis untuk memantau kamseltibcarlantas (keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas) serta dasar dalam mengambil diskresi di lapangan," tegasnya.

Perubahan Kultur: Senyum Polantas adalah Marka Utama

Selain teknologi, Irjen Agus memberikan perhatian khusus pada reformasi kultural di tubuh Polantas. Ia meminta seluruh personel untuk mengubah wajah kepolisian menjadi lebih humanis dan melayani sesuai arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"Resolusi 2026 adalah eksekusi perubahan kultur. Kita tidak bangga hanya dengan penegakan hukum, tetapi kita bangga jika pengguna jalan tertib karena kesadaran. Polantas harus tersenyum, tegas, bijaksana, dan yang paling penting, tidak transaksional," tambahnya.

Kakorlantas juga mengingatkan jajarannya agar menganggap masyarakat dan bahkan pelanggar lalu lintas sebagai sahabat yang perlu diberikan penyuluhan, bukan sebagai musuh. Dia mengingatkan lagi arahannya ke jajaran bahwa 'senyum Polantas adalah marka utama'.

Apresiasi Jajaran Cikampek

Di sela-sela arahannya, Kakorlantas memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Pos Induk Cikampek, khususnya kepada Kainduk PJR Cikampek, Kompol Sandy Titah Nugraha. Keberhasilan pengamanan operasi rutin maupun besar seperti Ops Nataru sebelumnya menjadi bukti loyalitas dan motivasi tinggi anggota di lapangan.

Menutup arahannya, Irjen Agus meminta seluruh jajaran untuk memperkuat kolaborasi dan koordinasi dengan pengelola jalan tol maupun instansi terkait lainnya.

"Koordinasi adalah kunci. Tidak ada arogansi. Datangi, komunikasi, dan cari solusi bersama untuk melayani masyarakat yang akan merayakan Ramadan dan Idul Fitri," pungkasnya.

(hri/hri)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |