Jaksa Baca BAP Ammar Zoni: Saya Hanya Jadi 'Gudang' Sabu

3 hours ago 3
Jakarta -

Jaksa penuntut umum (JPU) membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) terdakwa kasus penjualan narkotika di Rutan Salemba, Muhammad Amar Akbar alias Ammar Zoni. BAP itu menerangkan pengakuan Ammar menjadi 'gudang' sabu.

BAP itu dibacakan saat jaksa bertanya ke penyidik yang menjadi saksi verbalisan, Mario, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2026). Dalam BAP itu, Ammar mengaku hanya menjadi 'gudang' sabu yang dimiliki DPO bernama Andre.

"Poin nomor 7, 'apakah benar Saudara memberikan narkotika jenis sabu kepada Saudara Muhammad Rivaldi? Jika benar, kapan dan di mana Saudara memberikan narkotika jenis sabu terakhir kali? Jelaskan. Saya jelaskan bahwa benar saya hanya menjadi gudang atau tempat menyimpan narkotika yang dimiliki oleh Saudara Andre dan dengan cara mendapatkan narkotika jenis sabu tersebut, dengan diantarkan oleh Muhammad Rivaldi ke kamar saya pada hari Jumat, tanggal 31 Desember, di sekitar pukul 14," ujar jaksa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan kemudian Saudara Muhammad Rivaldi memecah paket tersebut menjadi 50 gram. Dan 50 gram satu paket lima berisi 50 gram itu dibawa oleh Muhammad Rivaldi dan tidak lama kemudian Saudara Muhammad Andi Mualim datang ke kamar saya dan saya pun memberikan narkotika tersebut kepada Saudara Muhammad Andi'," lanjut jaksa.

Jaksa menanyakan kebenaran isi BAP tersebut. Mario mengatakan keterangan dalam BAP itu keluar dari mulut Ammar Zoni bukan karangan penyidik.

"Apakah itu ketikan atau karangan dari Saudara penyidik ini atau ini yang keluar dari mulutnya Terdakwa?" tanya jaksa.

"Itu yang keluar dari mulut Rerdakwa, Ibu," jawab Mario.

Bantahan Ammar

Ammar Zoni langsung memberikan tanggapan atas keterangan Mario. Ammar membantah pernah memberikan keterangan sebagai 'gudang' sabu sebagaimana dalam BAP tersebut.

"Saya tidak pernah mengatakan kalau saya itu adalah sebagai gudang, dan saya juga mengatakan kenapa saya bilang Rivaldi, itu yang memberikan segala macam, karena pada kenyataannya dia memang datang ke kamar saya," bantah Ammar.

Hakim menanyakan sikap Mario terhadap bantahan Ammar. Mario mengatakan tetap pada keterangan dalam BAP tersebut.

"Jadi Saudara Terdakwa VI tidak pernah mengatakan kalau dia sebagai gudang. Saudara, bagaimana keterangan Saudara yang tadi? Saudara perbaiki, berubah, atau tetap dengan keterangan Saudara yang tadi?" tanya hakim.

"Tetap pada BAP, Yang Mulia," jawab Mario.

(mib/zap)


Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |