Jakarta -
Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) kembali menyalurkan bantuan tanggap bencana untuk korban bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera. Bantuan yang diberikan kali ini berfokus untuk pemulihan pascabencana.
Bantuan yang diberikan InJourney kali ini mencakup logistik seberat 4 ton, dukungan kepada 24 UMKM melalui pemberian peralatan usaha atau bahan baku, serta pengiriman 44 relawan yang merupakan pegawai dari InJourney Airports, InJourney Destination Management, dan InJourney Aviation Services.
"Melalui program InJourney Care, kami memastikan bantuan tidak berhenti pada fase tanggap darurat, tetapi berlanjut hingga pemulihan. Pada tahap ini, kami menyalurkan logistik, menggerakkan 44 relawan lintas entitas InJourney, serta memperkuat pemulihan ekonomi warga melalui dukungan peralatan dan bahan baku bagi 24 UMKM agar dapat kembali beroperasi. Kami juga mendorong layanan kesehatan, dukungan psikososial (LDP), dan pemulihan lingkungan agar masyarakat terdampak bisa kembali beraktivitas secara aman, sehat, dan produktif," kata Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman, dalam keterangan tertulis, Jumat (16/01/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara simbolis, pemberian bantuan dilaksanakan di Aceh Tamiang pada Kamis (15/01). Pada acara ini, diserahkan secara simbolis perahu nelayan untuk Desa Bedari guna mendukung kegiatan sekolah dan aktivitas warga. Selain itu juga diserahkan bantuan berupa oven, mixer, dan alat doorsmeer kepada UMKM.
Sejak bencana alam banjir dan tanah longsor terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Padang, InJourney terus menerus hadir untuk membantu penanganan bencana.
Sejalan dengan proses pemulihan pascabencana, InJourney terus hadir untuk memastikan pemulihan, sekaligus membantu menggerakkan kembali perekonomian di wilayah-wilayah yang terdampak di Sumatera
Bantuan yang diberikan InJourney kini fokus pada dukungan pemulihan pascabencana. Pertama, bantuan berfokus pada distribusi logistik bantuan, yang bertujuan untuk memastikan masyarakat terdampak dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari pada fase awal pemulihan pascabanjir.
Kedua, bantuan untuk UMKM sebagai bentuk dukungan untuk pemulihan ekonomi. Bantuan yang diberikan berupa dukungan peralatan usaha atau bahan baku agar UMKM dapat kembali beroperasi dan menggerakkan ekonomi lokal.
Ketiga, bantuan berupa layanan kesehatan dan trauma healing. Bantuan diberikan dalam bentuk penyediaan layanan pemeriksaan dan pengobatan kesehatan dasar serta pendampingan psikososial oleh tenaga medis untuk menjaga kesehatan fisik dan membantu pemulihan mental masyarakat pascabencana.
Terakhir, bantuan berupa aktivitas pemulihan lingkungan dan fasilitas umum. Kegiatan yang dilakukan berupa pembersihan fasilitas umum dan lingkungan terdampak banjir untuk mengembalikan fungsi ruang publik dan mendukung pemulihan aktivitas sosial masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, para relawan juga berhasil merevitalisasi 24 sumur warga yang sebelumnya tidak dapat digunakan akibat lumpur yang mengeras.
Melalui proses pembersihan dan perbaikan bertahap, sumur-sumur tersebut kembali berfungsi dan kini dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, sekaligus membantu memulihkan aktivitas harian warga pascabencana.
"InJourney berharap seluruh bantuan dapat membantu mendukung pemulihan kegiatan masyarakat, dan juga perekonomian setempat. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan mitra lokal, InJourney berharap bantuan yang diberikan tepat sasaran dan berdampak langsung pada pemulihan pascabencana," tutup Herdy Harman.
(prf/ega)
















































