Jakarta -
Ketua MPR Ahmad Muzani bersama Ketua DPR Puan Maharani dan Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin menggelar rapat bersama. Pertemuan tingkat tinggi ini membahas teknis persiapan Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI. Agenda strategis kenegaraan tersebut rencananya akan diselenggarakan pada 14 Agustus mendatang.
Ketua DPD RI Sultan Bakhtiar Najamdin menyebut pihaknya tahun ini resmi ditunjuk menjadi tuan ruamh alias Host untuk Sidang Bersama. Keputusan in merupakan hasil kesepakatan bersama antar pimipinan lembaga legislatif tersebut. Sultan memastikan pihaknya terus menjalin komunikasi intensif demi kelancaran jalannya acara.
"Alhamdulillah, sebagai pimpinan lembaga legislatif, kami terus berkoordinasi agar penyelenggaraan Sidang Bersama dapat berjalan sesuai rencana. Dengan semangat kolaborasi dan kekompakan seperti ini, kami ingin menghadirkan suasana demokrasi yang lebih guyub," ujar Sultan pada keterangan tertulis, Kamis (6/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan aktivis KNPI ini menjelaskan agenda tersebut diselenggarakan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Peringatan ini rencananya akan jatuh pada tanggal 17 Agustus 2026. Sidang tahunan ini merupakan agenda konstitusional yang sangat penting bagi hubungan kelembagaan legislatif dan eksekutif di tanah air.
"Sebagai negara demokrasi yang dinamis, kita ingin bulan Kemerdekaan ini diisi dengan agenda-agenda kebangsaan yang produktif. Kami berharap masyarakat Indonesia dapat merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan sukacita dan tertib," tutupnya.
Sebagai pimpinan tuan rumah, Sultan akan menyampaikan pidato pembukaan sekaligus memimpin jalannya sidang bersama pada tahun ini. Agenda tunggal dalam kegiatan tersebut adalah mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto. Pidato kenegaraan ini secara khusus akan mengupas tuntas capaian pemerintah selama satu tahun terakhir.
Sultan membeberkan akan ada sejumlah isu penting yang disampaikan secara langsung kepada pimpinan eksekutif. Hal ini demi memperkuat pembangunan dari tingkat pusat hingga daerah.
"Tentunya banyak hal yang akan kami sampaikan langsung kepada Presiden dalam pidato Sidang Bersama nanti, baik isu geopolitik, nasional, hingga daerah," ungkap Sultan saat ditanya terkait materi pidatonya.
(akn/ega)

















































