Jakarta -
Video air Sungai Cileungsi dan Kali Bekasi berwarna hitam mirip oli bekas viral di media sosial (medsos). Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor menemukan sejumlah perusahaan yang diduga membuat kali tercemar.
"Ini kan baru lima ya, lima itu kan tentatively. Karena nanti kan kita selanjutnya kan setelah ada hasil laboratorium baru kita panggil satu-satu. Ini bisa bertambah atau berkurang kan gitu ya. Nah, jadi tentatif identifikasinya di angka itu," kata Kepala DLH Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, Kamis (6/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mulya mengatakan perusahaan yang dekat dengan Kali Bekasi akan dipanggil. DLH akan memberikan waktu kepada perusahaan untuk memperbaiki pembuangan limbah.
"Nanti kita panggil semua yang radius di situ kita akan panggil semua. Nah nanti setelah kita akan panggil, tentunya kita akan memberikan waktu juga untuk mereka memperbaiki pembuangannya," ucapnya.
Pihaknya juga sudah menyiapkan sanksi kepada perusahaan yang membuat Kali Bekasi tercemar. Sanksi tersebut berjenjang dilakukan mulai dari pencabutan izin hingga penindakan sesuai peraturan lingkungan.
"Kalau dalam jangka waktu tertentu mereka tidak mau tidak mau memperbaiki, maka kita akan cabut izinnya pertama itu. Izin lingkungan, izin perusahaan kita cabut ya kan. Terus yang ketiga, kalau memang udah kita cabut mereka masih melakukan kegiatan, tidak mengindahkan, maka kita laporkan kepada pihak aparat penegak hukum untuk dilakukan mekanisme hukum lingkungan yang berlaku," sebutnya.
Sementara itu, hasil laboratorium terhadap sampel air akan keluar dalam waktu dua pekan. Sedangkan pihaknya akan melakukan pengawasan ketat sembari menunggu hasil laboratorium keluar.
"Kita kan sudah melakukan penelusuran sungai tuh. Dari hasil itu menurut laboratorium itu 2 minggu. Nah, kita juga mau coba mengupayakan langkah-langkah yang cepat seperti misalnya normalisasi sungai dengan dengan misalnya zat kimia tapi kayaknya nggak bisa, nggak dimungkinkan karena ternyata banyak banget ada beberapa unsur kan di situ kimia-kimia," sebutnya.
"Yang kita melakukan coba usahakan sekarang ini adalah upaya-upaya pengawasan ketat dululah pengawasan gitu ya supaya mereka nggak tidak tidak melakukan pembuangan limbah gitu," tambah dia.
Sebelumnya, DLH Kabupaten Bogor melakukan susur sungai dan uji laboratorium sampel air yang diduga menjadi sumber atau penyebab Sungai Cileungsi dan Kali Bekasi menghitam bak oli. Perusahaan yang terbukti mencemari air sungai terancam sanksi penyegelan hingga penutupan.
"Kita sudah melakukan susur sungai terkait air sungai yang menghitam itu, tentunya dengan cara diam-diam. Hasil susur kemarin, oleh teman-teman bina pencemaran dan gakkum dilakukan pengambilan sampel air, kemudian mengidentifikasi atau menunggu hasil laboratorium, bahwa apakah itu memang mengandung limbah berbahaya atau zat B3," kata Teuku Mulya dihubungi detikcom, Rabu (5/8).
Teuku Mulya mengatakan pihaknya sudah mengidentifikasi sejumlah perusahaan yang diduga mencemari Sungai Cileungsi, yang mengalir hingga Kali Bekasi. Jika terbukti, perusahaan itu terancam sanksi penyegelan hingga pencabutan izin perusahaan.
Lihat juga Video: Kondisi Sampah Penuhi Kali Gendong hingga Potret Jibaku Petugas
(rdh/whn)

















































