Suku Dinas Pendidikan (Sudindik) Wilayah I Jakarta Selatan (Jaksel) menyiapkan skema pembelajaran hybrid bagi siswa pascakebakaran yang terjadi di SDN 04 Srengseng Sawah. Langkah itu dilakukan sebagai antisipasi apabila masih ada siswa yang merasa trauma untuk kembali belajar di sekolah.
Kasudin Pendidikan Wilayah I Jakarta Selatan Santoso mengatakan kebakaran terjadi di ruang gudang sekolah. Api dapat dipadamkan dalam waktu singkat berkat bantuan warga, orang tua murid, petugas pemadam kebakaran (damkar), aparat kepolisian, pihak kelurahan, hingga PLN.
"Kami tadi mendapatkan info ada kejadian kebakaran persisnya di ruangan gudang di bangunan bagian daripada sekolah ini. Alhamdulillah, berkat bantuan warga masyarakat, orang tua murid, komunikasi dengan semua pihak, termasuk damkar, Pak Lurah, kepolisian, juga PLN, untuk melakukan penanganan. Alhamdulillah api terkendali, bisa dipadamkan dalam waktu cepat," kata Santoso saat dimintai konfirmasi, Kamis (6/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat kejadian tersebut, kegiatan belajar mengajar (KBM) pada hari ini dihentikan lebih cepat. Seluruh siswa dipulangkan lebih awal demi keamanan selama proses penanganan kebakaran berlangsung.
"Betul, karena mengingat kami tadi melakukan penanganan bersama, murid-murid kita pulangkan bersama dengan pantauan orang tua dan unsur masyarakat yang ada," ujarnya.
Kebakaran di SDN di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan telah padam. Kebakaran terjadi di gudang penyimpanan buku. (dok Damkar Jaksel)
Santoso memastikan tidak ada korban dalam insiden tersebut. Pihaknya juga langsung berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan untuk membersihkan lokasi agar sekolah dapat kembali digunakan.
Ia mengatakan PPSU bersama pegawai dinas pendidikan (disdik) akan bergotong royong membersihkan area terdampak sehingga proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal pada Jumat (7/8).
"Penanganan selanjutnya, saya tadi bersama dengan Pak Lurah akan melakukan kerja bakti pembersihan lokasi di sini. PPSU dengan pegawai Disdik yang ada di wilayah Kecamatan Jagakarsa, dan kita akan upayakan besok kegiatan belajar mengajar bisa normal kembali," tuturnya.
Meski demikian, Disdik Jakarta Selatan juga menyiapkan opsi pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa yang masih merasa takut atau trauma datang ke sekolah setelah kebakaran.
"Untuk mengantisipasi apabila besok ada murid-murid yang masih belum bersedia datang belajar secara langsung, kami juga memberikan kesempatan untuk secara online. Tentunya kami akan memberikan pembelajaran jarak jauh juga besok. Jadi kita berikan kesempatan secara hybrid," jelas Santoso.
Ia menegaskan sekolah tetap dibuka seperti biasa. Namun, siswa yang belum siap hadir secara langsung tetap dapat mengikuti pembelajaran dari rumah.
"Kami pastikan kegiatan belajar mengajar besok bisa berjalan normal, bisa hadir langsung ke sekolah ini. Tetapi kalau bagi murid-murid yang masih mungkin belum bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan datang langsung ke sekolah, besok kami berikan kesempatan untuk melakukan PJJ dan kami sudah atur dengan Pak Kepala Sekolah, dengan guru-gurunya juga," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, kebakaran di SDN 04 Srengseng Sawah telah padam. Kebakaran terjadi di gudang penyimpanan buku.
"Obyek yang terbakar gudang penyimpanan buku," kata Kasiops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jaksel, Sjukri Bahanan, Kamis (6/8).
Petugas damkar telah menyelesaikan operasi pemadaman pukul 12.34 WIB. Kebakaran disadari penjaga gudang sekolah yang mencium bau asap saat proses belajar mengajar dan menjelang jam istirahat siang.
(bel/jbr)

















































