Jakarta -
Puncak peringatan Hari Desa Nasional 2026 digelar di Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojongsongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, hari ini. Mengusung tema 'Bangun Desa Bangun Indonesia: Desa Terdepan untuk Indonesia', acara ini menjadi ruang temu antara desa, pemerintah, dan masyarakat luas.
Puncak Hari Desa Nasional dibuka dengan tarian Topeng Ireng dari Boyolali yang ditampilkan Duta Seni Pelajar Kabupaten Boyolali. Sebelum gelaran dimulai, dilakukan juga doa bersama untuk korban bencana Aceh dan Sumatera.
Di awal acara, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto bersama para jajaran menteri, wamen, dan undangan lainnya melepas sejumlah ekor merpati sebagai tanda puncak Deklarasi Boyolali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sambutannya, Yandri mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyatukan energi untuk membangun desa. Hal ini sejalan dengan Asta Cita ke-6, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonom dan pemberantasan kemiskinan.
"Jumlah desa (di Indonesia) ada 75.266, ini tidak mungkin dikerjakan oleh hanya satu kementerian, satu lembaga atau satu sektor saja. Maka, saya mengajak di Hari Desa Nasional ini, ayo tumbuhkan (dan) bangkitkan energi positif. Hilangkan praduga yang tidak bermutu di tengah masyarakat. Mari kita gaungkan rasa kekompakan, rasa persatuan, dan rasa kemauan kita untuk maju," ujar Yandri, Kamis (15/1/2025).
"Ini negeri kita yang sangat subur, sangat makmur, luar biasa. Tapi bilamana (kita) tidak bersatu, tidak kompak, tidak guyub, hati-hati. Untuk itu, mari kita jadikan Hari Desa Nasional untuk sama-sama menyatukan energi kita," lanjutnya.
Targetkan 5.000 Desa Ekspor
Lebih lanjut, Yandri mengungkapkan Kementerian Desa saat ini telah memiliki program 12 Aksi Bangun Desa. Kementerian Desa juga menginisiasi Festival Bangun Desa yang diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari Festival Desa Ketahanan Pangan, Desa Bebas Stunting, Desa Ekspor, BUMDes Terbaik, hingga Pemuda-Pemudi Pelopor Desa.
"Kita punya 12 aksi bangun desa. Insyaallah jika aksi ini berjalan lancar maka Indonesia Emas 2024 akan kita nikmati untuk anak cucu kita," paparnya.
Yandri pun menargetkan pembentukan 5.000 Desa Ekspor guna membangkitkan ekonomi desa sekaligus mendorong pemerataan ekonomi nasional.
"Kita punya program Desa Ekspor. Target kita insyaallah ada 5.000 Desa Ekspor. Di periode kepemimpinan sekarang, saya sudah banyak melepas ekspor perdana mulai dari kopi, kemiri, ikan, sampai kentang," ucapnya.
Tuai Pujian & Antusiasme Positif
Gelaran Hari Desa Nasional menuai pujian dari berbagai pihak. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi pun mengapresiasi penunjukan Jateng sebagai tuan rumah Hari Desa Nasional 2026. Ia menyebut acara ini menjadi momentum penting untuk mendorong ekonomi desa, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Kami segenap 38 juta masyarakat Jawa Tengah mengapresiasi atas kepercayaan pemerintah, Hari Desa Nasional dilaksanakan di Provinsi Jawa Tengah, tepatnya di Kabupaten Boyolali," kata Luthfi.
"Tentu (acara) ini akan menambah perkembangan situasi, terutama ekonomi mikro di Jawa Tengah. Kami melaporkan UMKM mikro di Jawa Tengah saat ini jumlahnya hampir 4,2 juta. Adapun 3,2 juta adalah mikro yang tempatnya di kabupaten/kota di daerah pedesaan," lanjutnya.
Hari Desa Nasional juga menuai antusiasme dari para para peserta. Kepala Desa Pakis, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Imam Fahrur Rozi menerangkan peserta di rombongannya berasal dari 280 desa se-Kabupaten Semarang.
"Kumpul di Semarang jam 3. Sangat antusias sekali," kata Imam.
Antusiasme juga datang dari Ketua BPD Desa Manggung, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Muh Soleh. Bersama rekan-rekannya, ia bersiap berangkat dari kantor Kecamatan Ngemplak mulai pukul 03.00 WIB.
"Dari Ngemplak jam 3 pagi, kumpul di kecamatan. Antusias banget. Dari Ngemplak 2 elf dan 5 mobil," ucap Soleh.
Hadirkan Bazar UMKM-Hiburan Musik
Tak sekadar seremoni, Hari Desa Nasional juga menampilkan berbagai pameran UMKM. Di stan UMKM BUMDes Ngudu Rahayu asal Desa Kembang, Kecamatan Gladagsari, Boyolali, misalnya. Terdapat berbagai produk kuliner lokal Boyolali seperti kue ketawa hingga susu rasa-rasa.
Sementara itu, stand BUMDes Gemilang dari Desa Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, menyajikan berbagai kuliner asli Boyolali mukai dari dawet daun kelor hingga balung ketek atau loces.
Tak hanya bazar, penampilan atraksi budaya mulai dari tarian tradisional, pojok permainan rakyat, kuliner khas desa, hingga pertunjukan musik juga mewarnai puncak Hari Desa Nasional. Penyanyi Charly Van Houten pun turut tampil untuk memeriahkan suasana perayaan.
Pada acara ini, Kemendes PDT juga juga memberikan penghargaan kepada para pemenang Lomba 'Bangun Desa Bangun Indonesia'. Lomba yang diselenggarakan antara lain, BUMDes Inspiratif, BUMDes, hingga Festival Film Desa.
Kemudian, lomba Festival YouTuber Desa hingga Desa Digital. Bahkan, ada juga lomba Desa Ekspor dan lomba Desa Migran. Adapun penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Yandri didampingi para tamu undangan.
Sebagai informasi, acara ini turut dihadiri Wamendes PDT Ahmad Riza Patria, Menteri Perdagangan Budi Santosa, Wamendagri Alhamad Wiyagus, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin.
Selain itu hadir pula Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda l, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Bupati Boyolali Agus Irawan, dan kepala daerah setempat.
Puncak peringatan Hari Desa Nasional 2026 pun dihadiri puluhan ribu peserta. Para peserta merupakan seluruh kepala desa se-Jawa Tengah, Asosiasi Desa se-Indonesia, OPD Jawa Tengah dan Boyolali. Selain itu juga dihadiri Forkopimda Jawa Tengah dan Boyolali, Ketua PKK se-Jawa Tengah serta para menteri Kabinet Merah Putih.
Peringatan Hari Desa Nasional 2026 dipersembahkan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, serta didukung oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Pupuk Indonesia, dan PT Bank Syariah Indonesia (Tbk).
(ega/ega)


















































